Satu Anak Satu Bola: Gerakan Sunyi yang Bisa Mengubah Wajah Sepak Bola Nasional

Redaktur author photo
Foto Dokumentasi

LAPANGAN tanah di pelosok desa sering kali menjadi saksi lahirnya mimpi besar. Di sanalah bocah-bocah berlari tanpa alas kaki, menendang bola lusuh, sambil menyimpan harapan sederhana: suatu hari bisa mengenakan seragam tim nasional. Dari ruang-ruang sederhana itulah masa depan sepak bola Indonesia sesungguhnya bermula.

MaPAN FC membaca realitas itu dengan jujur dan berani. Melalui program Satu Anak Satu Bola dengan menggandeng Sekolah Anak Sepak Bola (SASB). 

MaPAN FC tak sekadar berbagi bola. MaPAN FC tidak sekedar dilaunching ke publik beberapa waktu lalu di Bekasi tetapi MaPAN FC membangun ekosistem mimpi sebagai sebuah ikhtiar nyata menyelamatkan masa depan anak-anak lewat sepak bola.

Program Satu Anak Satu Bola dengan membangun karakter anak sendiri sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada pembangunan generasi muda.

Jika pemerintah memiliki Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat fisik dan kesehatan bocah-bocah Indonesia, maka MaPAN FC menghadirkan Satu Anak Satu Bola untuk menguatkan mental, karakter, dan disiplin mereka melalui olahraga paling digemari di negeri ini yakni sepak bola.

Dengan misi satu anak satu bola, MaPAN FC seolah menjadi wadah yang tidak sekadar latihan teknik, MaPAN FC membawa misi jangka panjang: membangun lapangan sepak bola berkualitas hingga ke pelosok desa. 

MaPAN FC bisa disebut sebagai 'Lapangan' bukan hanya tempat bermain, tetapi ruang sosial, ruang belajar, dan ruang pembentukan karakter anak terutama di Sepakbola.

Sejarah mencatat, di era Menpora Imam Nahrawi pernah ada gagasan besar membangun 1.000 lapangan sepak bola. Program MaPAN FC berharap mimpi itu bisa kembali dilanjutkan dan diperkuat di era kepemimpinan Menpora saat ini.

Di tengah gempuran gadget dan dunia digital, Program MaPAN FC juga menjadi jawaban atas kegelisahan banyak orang tua. Anak-anak yang sebelumnya larut dalam layar ponsel, diarahkan kembali ke lapangan hijau dengan belajar kerja sama, sportivitas, menghargai aturan, dan menerima kekalahan, bersyukur ketika meraih kemenangan.

Nilai-nilai yang kelak sangat dibutuhkan, bukan hanya di sepak bola, tapi juga dalam kehidupan.

Manfaat strategis SASB bagi masa depan sepak bola Indonesia sangat nyata. Pertama, memperluas basis pemain sejak usia dini secara merata, bukan hanya di kota besar. Kedua, menciptakan jalur pembinaan berjenjang yang berkesinambungan. 

Ketiga, menanamkan disiplin dan etos kerja sejak anak-anak, fondasi penting bagi lahirnya pesepak bola profesional. Keempat, memperkuat ikatan sosial di desa melalui olahraga.

Saran ke depan, program Satu Anak Satu Bola ini perlu mendapat dukungan lintas sektor diantara pemerintah daerah, sekolah, dunia usaha, dan federasi sepak bola. Kolaborasi adalah kunci agar MaPAN FC dengan Satu Anak Satu Bola tidak hanya menjadi program, tetapi gerakan nasional.

Karena masa depan sepak bola Indonesia tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari keberanian merawat mimpi anak-anak desa. Dan MaPAN FC, lewat gerakan Satu Anak Satu Bola, sedang menyalakan api harapan itu, pelan, konsisten, dan penuh optimisme.

Ditulis oleh; Iwan NK- Pemred Inijabar.com 

Share:
Komentar

Berita Terkini