![]() |
| Anggota DPRD Kota Bekasi, Yadi Hidayat, usai gelar reses di Bekasi Jaya. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Penyerapan pajak dari sektor restoran dan kafe di Kota Bekasi, khususnya wilayah Bekasi Timur, dinilai belum optimal. Padahal, kawasan ini dikenal memiliki banyak rumah makan dan tempat hiburan, yang berpotensi menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota DPRD Kota Bekasi, Yadi Hidayat, mengatakan rendahnya serapan pajak tersebut, memerlukan sosialisasi yang lebih masif kepada pelaku usaha.
"Kalau pajak terserap ya mungkin belum maksimal, makanya untuk pajak memang harus butuh sosialisasi yang maksimal juga, sehingga serapan dari pajak itu kita dapatkan maksimal," ujarnya usai menggelar reses di RW 08, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Minggu (15/2/2026).
Yadi menekankan perlunya perbaikan sistem perpajakan secara menyeluruh, mulai dari pajak bumi dan bangunan hingga pajak restoran. Menurutnya, transparansi dan optimalisasi sistem, menjadi kunci untuk meningkatkan PAD Kota Bekasi.
"Jadi kita mau sistem semua kita benahi sekarang, jadi sistem baik perpajakan, pajak bumi bangunan, restoran, semuanya harus benar-benar terbuka dan maksimal untuk meningkatkan PAD yang ada sekarang ini," tegasnya.
Terkait kendala dalam penyerapan pajak, Yadi mengakui persoalan tersebut bersifat normatif dan terjadi dari tahun ke tahun. Namun, ia meyakini fungsi pengawasan yang ketat dapat menjadi solusi.
"Perlu ada pengawasan, minimal kita harus benar-benar melakukan pengawasan itu. Kemudian sistem, kalau memang ada kelemahan ya mungkin sistemnya kita harus benahi," jelasnya.
Selain isu perpajakan, reses kali ini juga menyoroti persoalan banjir yang menjadi keluhan utama warga. Yadi menyampaikan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya perbaikan saluran air, tetapi juga penambahan kolam retensi (polder) dan normalisasi Kali Bekasi.
Politisi fraksi Partai Gerindra Kota Bekasi itu meminta masyarakat bersabar, karena Pemerintah Kota Bekasi menargetkan wilayahnya bebas banjir pada 2027.
"Harapan saya bersabar saja untuk warga Kota Bekasi, karena pemerintah kota bersama provinsi dan pusat sedang berusaha bagaimana banjir itu bisa teratasi," pungkasnya. (Pandu)




