Dugaan Pembunuhan, Korban Tewas di Jatibening Ternyata Aktifis Buruh PT.JICT

Redaktur author photo
Korban Ermanto Usman (65) aktifis buruh PT.JICT yang ditemukan tewas di rumah nya diduga dibunuh orang tak dikenal

inijabar.com, Kota Bekasi-  Pengembangan kasus tewasnya warga Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening Kecamatan Pondokgede pada Senin (2/3/2026) dini hari mulai perlahan terkuat.

Peristiwa yang menewaska pria berinisial Ermanto Usman (65) di dalam rumahnya, dan istri nya berinisial P (60), mengalami luka berat yang kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan, masih mendalami motif kasus kematian Ermanto Usman (65) yang merupakan pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

Ermanto, kata Andi, juga merupakan mantan pengurus serikat pekerja. Selain dikenal sebagai aktivis buruh, almarhum juga vokal menyoroti polemik perpanjangan kontrak pengelolaan pelabuhan antara PT Pelindo II dan Hutchison Port Holdings (HPH) yang sempat menjadi isu nasional.

“Masih penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan saat ini,” ucapnya. Rabu (4/3/2026)

Korban juga diketahui semasa aktif sebagai pengurus serikat pekerja di PT JICT, termasuk figur yang keras mengkritisi perpanjangan kontrak pengelolaan terminal peti kemas antara PT Pelindo II dan Hutchison Port Holdings (HPH). 

Polemik tersebut bahkan melahirkan Pansus (Panitia Khusus) DPR RI periode 2014–2019 serta audit investigatif oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pada 2018, BPK menyatakan adanya potensi kerugian negara sekitar Rp4,08 triliun terkait perpanjangan kontrak JICT. Temuan itu memicu rekomendasi hak angket DPR. Namun hingga berakhirnya masa jabatan DPR periode tersebut, rekomendasi pembatalan kontrak tidak pernah terealisasi.

Sementara itu, adik korban, Dalsaf Usman, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini. Ia menduga kematian kakaknya bukan tindak kriminal biasa.

“Kami minta kasus ini diusut tuntas. Kami menduga ini pembunuhan berencana,” kata Dalsaf. Rabu (4/3/2026)

Dari hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan pelaku diduga masuk ke dalam kamar korban dengan cara merusak jendela. Ditemukan jejak kaki di tembok dan pagar depan rumah. Anjing pelacak sempat mengendus jejak hingga ke pinggiran Kalimalang.

Korban ditemukan terkapar di kamar menjelang waktu imsak oleh anaknya. Saat itu kamar dalam posisi terkunci dari dalam dan terdengar suara rintihan sebelum akhirnya pintu didobrak bersama kerabat.

Polisi memastikan korban mengalami luka akibat benda tumpul. Hingga kini, aparat masih memburu pelaku dan mendalami seluruh kemungkinan motif di balik peristiwa tersebut.(firman)

Share:
Komentar

Berita Terkini