Kado Perlengkapan Ibadah, Jaga Semangat Belajar Santri di Tengah Bencana

Redaktur author photo
Dokumentasi penyaluran perlengkapan ibadah ke Pondok Pesantren Al Adalah.

inijabar.com, Kota Bekasi - Lembaga kemanusiaan Human Initiative (HI), memaparkan upaya pemulihan kondisi psikis dan ibadah santri pascabencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 

Melalui program 'Bag of Happiness', sebanyak 50 paket perlengkapan ibadah disalurkan, untuk menjaga rutinitas para santri di Pondok Pesantren Al Adalah.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, HI menjelaskan, bantuan tersebut merupakan respons atas terganggunya aktivitas belajar mengajar akibat fenomena geologi tersebut.

Perwakilan Pondok Pesantren Al Adalah, Husnul, mengungkapkan bahwa bencana tanah bergerak tersebut sempat memengaruhi kondisi operasional pesantren. Namun, pihaknya berupaya agar santri tetap menjalankan kewajiban ibadah dan pendidikan setiap hari.

"Meskipun ada bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, para santri di Pondok Pesantren Al Adalah tetap menjaga rutinitas belajar dan ibadah mereka. Oleh karena itu, kebutuhan perlengkapan ibadah menjadi hal penting yang perlu diperhatikan," ujar Husnul, Kamis (19/3/2026).

Husnul menambahkan, bantuan yang diterima pada Jumat (13/3/2026) lalu tersebut, sangat berarti untuk menjaga moral para santri di tengah keterbatasan sarana akibat bencana.

"Kami menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan semangat baru bagi para santri, untuk terus konsisten beribadah dan belajar di tengah situasi yang ada," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Jateng DIY, Wahyu, menjelaskan bahwa penyaluran 50 paket yang berisi mukena, sarung, Al Quran, dan sajadah itu, merupakan hasil kolaborasi strategis untuk memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana.

"Kolaborasi ini bertujuan memperluas manfaat bagi masyarakat terdampak bencana di Tegal. Kami telah menyalurkan paket perlengkapan ibadah agar para santri dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman," kata Wahyu.

Wahyu menekankan, bahwa efektivitas bantuan di lapangan sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan rill pengelola pesantren.

"Melalui kerja sama yang terarah, setiap program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Kebersamaan membuat setiap langkah menjadi lebih terarah, sehingga dukungan dapat menjangkau lebih banyak penerima dan memberi dampak yang jelas," pungkasnya.

Program 'Bag of Happiness' itu diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat luas, untuk terus memberikan dukungan bagi pemulihan wilayah terdampak bencana di Jawa Tengah. Pihak Human Initiative juga membuka ruang kolaborasi kebaikan, bagi publik yang ingin berkontribusi melalui solusipeduli.org. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini