![]() |
| Anggota DPRD Kota Bekasi Ahmadi |
inijabar.com, Kota Bekasi- Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, yang akrab disapa Madong, mewanti-wanti potensi munculnya berbagai persoalan baru di tengah meningkatnya arus urbanisasi ke wilayah Kota Bekasi pasca Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikannya saat menanggapi meningkatnya jumlah pendatang baru yang masuk ke Kota Bekasi usai momentum Hari Raya Idul Fitri.
“Urbanisasi ini harus menjadi perhatian serius. Kalau tidak diantisipasi dengan baik, akan muncul masalah baru seperti pengangguran dan persoalan sosial lainnya,” ujar politisi asal PKB ini. Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, Kota Bekasi sebagai wilayah penyangga ibu kota masih menjadi tujuan utama para pendatang untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.
Namun, menurutnya, tidak semua pendatang memiliki kesiapan dan keterampilan yang memadai untuk bersaing di tengah ketatnya persaingan kerja di perkotaan.
“Banyak yang datang dengan harapan besar, tapi tidak semuanya punya keterampilan yang cukup. Ini yang kemudian berpotensi menambah angka pengangguran,” jelasnya.
Ahmadi menegaskan, keterbatasan lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini menjadi tantangan serius yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah juga belum bisa mengakomodasi semua pencari kerja yang ada. Ini menjadi tantangan yang harus segera dicarikan solusi,” tegasnya.
Selain berdampak pada sektor ketenagakerjaan, ia juga menyoroti potensi meningkatnya beban terhadap infrastruktur dan layanan publik di Kota Bekasi.
“Kalau jumlah penduduk terus bertambah tanpa kontrol, fasilitas umum seperti transportasi, kesehatan, dan perumahan akan semakin terbebani,” ucapnya.
Lebih lanjut, kondisi tersebut berpotensi memicu persoalan lanjutan, seperti meningkatnya jumlah warga rentan hingga munculnya kawasan kumuh baru di wilayah perkotaan.
“Ini bukan hanya soal jumlah pendatang, tapi bagaimana kesiapan kota dalam menampung mereka. Kalau tidak siap, dampaknya akan meluas,” katanya.
Untuk itu, Ahmadi mendorong Pemerintah Kota Bekasi agar segera mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi arus urbanisasi, mulai dari pendataan pendatang, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penciptaan lapangan kerja.
“Kami berharap ada langkah nyata, baik dalam pendataan maupun pembinaan pendatang, agar urbanisasi ini tidak menjadi beban sosial di kemudian hari,” tandasnya.(firman)




