RSUD Jatisampurna Edukasi Lansia tentang Osteoporosis dan Osteoarthritis

Redaktur author photo


dr.Rizky saat memberikan edukasi pada lansia

inijabar.com, Kota Bekasi- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jatisampurna menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi peserta Sekolah Lansia Kasih Untuk Negeri (KUN) di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para lansia mengenai penyakit osteoporosis dan osteoarthritis yang kerap dialami pada usia lanjut.

Edukasi kesehatan ini menghadirkan dokter spesialis ortopedi RSUD Jatisampurna, dr. Rizky Julana, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai aspek terkait kedua penyakit degeneratif tersebut, mulai dari penyebab, gejala, faktor risiko hingga langkah pencegahan.

“Pada banyak kasus, osteoporosis sering tidak disadari karena berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal,” ujar dr. Rizky dalam kegiatan tersebut. Minggu (15/3/2026)

Ia menjelaskan bahwa osteoporosis merupakan kondisi berkurangnya kepadatan tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Menurutnya, banyak penderita baru mengetahui kondisi tersebut setelah mengalami patah tulang akibat benturan ringan.

“Sering kali osteoporosis baru diketahui ketika seseorang mengalami patah tulang akibat jatuh ringan atau benturan kecil,” jelasnya.

Selain osteoporosis, dr. Rizky juga memaparkan mengenai osteoarthritis, yaitu penyakit degeneratif pada sendi yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan sendi. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti nyeri sendi, kekakuan, pembengkakan hingga keterbatasan gerak.

“Osteoarthritis paling sering menyerang sendi yang menopang berat badan seperti lutut, pinggul, dan tulang belakang. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi pada sendi tangan maupun kaki,” terangnya.

Menurut dr. Rizky, risiko kedua penyakit tersebut meningkat seiring bertambahnya usia. Selain faktor usia, pola hidup yang kurang sehat juga dapat mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap osteoporosis maupun osteoarthritis.

“Kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, kekurangan kalsium dan vitamin D, serta faktor genetik dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan pada tulang dan sendi,” katanya.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdiskusi terkait berbagai keluhan kesehatan yang sering dialami pada usia lanjut, terutama yang berkaitan dengan nyeri sendi dan keterbatasan mobilitas.

Sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Jatisampurna, Lurah Jatisampurna, serta Rm. A. Yakin Ciptamulya dari Gereja Katolik Santo Stanislaus Kostka Paroki Kranggan.

Dalam sesi diskusi, dr. Rizky juga menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak dini untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi.

“Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan setelah penyakit berkembang menjadi lebih berat,” tegasnya.

Ia menyarankan masyarakat, khususnya para lansia, untuk menjaga pola makan bergizi seimbang, memperbanyak asupan kalsium dan vitamin D, serta rutin melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi usia.

“Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, senam ringan, atau latihan peregangan dapat membantu menjaga kekuatan tulang dan kelenturan sendi,” ujarnya.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dinilai penting untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan pada tulang maupun sendi.

“Dengan pemeriksaan rutin, gangguan kesehatan bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya juga bisa lebih cepat dan tepat,” tambahnya.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, para lansia diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang dan sendi agar tetap aktif dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pihak RSUD Jatisampurna juga berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Kami berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat, khususnya para lansia, semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan tulang dan sendi,”tuturnya.(Firman)

Share:
Komentar

Berita Terkini