![]() |
| Anggota Komisi A DPRD Depok Edi Masturo |
inijabar.com, Depok – Gelaran acara Lebaran Depok ke 7 merupakan agenda rutin tiap tahun dilaksanakan. Acara yang akan dulaksanakan pada 5-9Mei 2026 ini mengusung tema 'Depok Kota Kita'.
Kegiatan tersebut rencananya akan dipusatkan di tiga lokasi diantaranya, wilayah Kecamatan Tapos, Kecamatan Cipayung, dan Kecamatan Bojongsari.
Anggota Komisi A DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Gerindra, Edi Masturo sangat mendukung kegiatan tersebut. Menurut dia, kegiatan tersebut sangat positif untuk mengenalkan dan mempertahankan warisan tradisi dan budaya lokal yang kian punah ditengah situasi perubahan zaman modernisasi.
“Ini baik sekali ya kami dari DPRD sangat mensupport Pemerintah Kota. Agar masyarakat Depok juga tahu tradisi dan budaya yang selama ini sedikit agak punah gitu ya,” kata Edi Masturo disela menghadiri rapat persiapan bersama panitia, di Alun-alun Kota Depok, Senin (6/4/2026).
Selain itu, kata dia, agar generasi anak cucu juga mengenal budaya Depok tempo dulu. Edi juga menjelaskan, kegiatan ini menyajikan sejumlah pertunjukkan seni dan budaya seperti pentas seni budaya nusantara, ngumbek empang, cuci perabotan, rebut dandang, ngaduk dodol, gambang kromong, lenong, panggung hiburan musik, bazar UMKM dan sebagainya.
"Biar paham, kalau dahulu seperti itu. Apalagi sekarang ini anak-anak kita tahu sendiri lah zamannya sudah berbeda, mereka gak tahu rebut dandang seperti apa, ngubek empang seperti apa, karena memang zamannya sudah berubah,”tutur Edi.
Sebelumnya, kata Edi, Lebaran Depok hanya digelar di wilayah barat Kota Depok. Anggota DPRD yang juga masuk sebagai Wakil Ketua Panitia itu memprediksi bahwa acara tahun ini akan lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Karena akan tersebar di tiga titik wilayah dan puncak acaranya digelar di tengah kota yakni Alun-alun Kota Depok, kawasan Grand Depok City (GDC).
“Seluruh stakeholder nanti juga akan kita gerakan mulai dari Forkopimda, Forkopimkot dari tingkat Kecamatan sampai Kelurahan itu harus tersosialisasikan supaya sukses. Karena ini agenda tahunan pemerintahan kita,”ungkapnya.
Selain itu, sesuai tema yang diangkat yakni “Depok Kota Kita”. Edi menilai bahwa Kota Depok hari ini juga sudah menjelma sebagai kota majemuk yang penduduknya dihuni dari berbagai macam suku, budaya dan agama.
Oleh karenanya, dirinya menginginkan Depok kini bukan lagi kota ekslusif akan tetapi bisa menjadi kota yang lebih inklusif.
“Diacara ini nanti juga akan ditampilkan budaya dan kesenian dari berbagai daerah seperti Reog Ponorogo, kesenian Bali dan sebagainya. Karena memang kita ingin lebih inklusif, Depok kita ingin buat inklusif ya, bukan eksklusif,” tegasnya.
Sesuai tema yang diusung “Depok Kota Kita” politisi partai Gerindra itu juga berpesan bahwa ini menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat berbagai suku, budaya dan agama yang ada di Kota Depok.
“Di sini kita juga ingin menunjukkan nilai toleransi, karena memang warga Depok sangat majemuk. Kita juga ingin mengakui semua warga yang tinggal di Depok itu punya rasa memiliki bahwa Depok sebagai kota kita, yang harus kita jaga bersama keguyuban maupun persaudaraannya,” pungkasnya. (Risky)




