![]() |
| Ketua PTMSI Kota Bekasi, Wahyudi, berfoto bersama peserta turnamen Tenis Meja. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Pengurus Cabang Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Bekasi, mulai memanaskan mesin pembinaan atlet sejak dini, guna menjaring bibit-bibit unggul yang akan diproyeksikan mewakili Kota Patriot, dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2027 mendatang.
Terpantau, upaya tersebut diwujudkan melalui perhelatan Turnamen Tenis Meja Kelompok Umur yang digelar di GOR Richas, Kota Bekasi, yang menyasar para pelajar mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang berdomisili di wilayah Kota Bekasi.
Ketua PTMSI Kota Bekasi, Wahyudi, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari strategi besar, untuk meningkatkan prestasi tenis meja di level daerah maupun nasional, agar terus berkontribusi bagi kekuatan Jawa Barat di kancah olahraga.
"Cabang olahraga tenis meja terus berkembang, khususnya di Kota Bekasi. Sebagai salah satu kota besar di Jawa Barat, kami punya peran penting dalam menyumbangkan atlet untuk ajang besar seperti PON," ujar Wahyudi dalam keterangan resminya, Minggu (12/4/2026).
Ia menegaskan, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi musiman, melainkan tahap awal seleksi ketat. Atlet yang menunjukkan bakat menonjol akan masuk ke dalam program latihan terpusat (training centre) yang dikelola secara berkelanjutan.
Langkah cepat PTMSI Kota Bekasi dalam menggelar turnamen kelompok umur itu, memang ditujukan untuk mengunci kesiapan atlet menuju POPDA 2027. Wahyudi menilai, kematangan seorang atlet hanya bisa didapat, melalui jam terbang kompetisi yang rutin dan pembinaan sejak dini.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaring atlet muda berbakat yang nantinya dipersiapkan dan dilatih secara rutin di bawah binaan langsung PTMSI Kota Bekasi," kata Wahyudi.
Menurut Wahyudi, persiapan dini adalah kunci agar Kota Bekasi mampu bersaing secara kompetitif, saat berhadapan dengan daerah lain di kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Di luar urusan prestasi dan trofi, Wahyudi berharap antusiasme peserta dalam turnamen tersebut, mampu memicu minat masyarakat luas terhadap olahraga tenis meja. Baginya, pondasi prestasi harus berakar dari kecintaan masyarakat pada olahraga itu sendiri.
"Ini bukan hanya soal mengejar prestasi, tetapi juga bagaimana kita memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, khususnya tenis meja di Kota Bekasi," pungkasnya.
Dengan adanya turnamen kelompok umur itu, PTMSI Kota Bekasi optimistis regenerasi atlet tenis meja di wilayahnya tetap terjaga, sekaligus memperkuat posisi Bekasi sebagai 'pabrik' atlet berprestasi di Jawa Barat. (Pandu)



