![]() |
| Ilustrasi salah satu ruang kelas rusak di SD Sukatani Subang beberapa tahun lalu |
inijabar.com, Subang- Pelantikan dan penugasan ratusan kepala sekolah di Kabupaten Subang menjadi momentum penting untuk memperbaiki kualitas pendidikan, bukan hanya dari sisi manajemen sekolah, tetapi juga kondisi fisik ruang belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita atau yang akrab disapa Kang Rey, mengambil sumpah jabatan terhadap 20 pejabat fungsional sekaligus memberikan penugasan kepada 238 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Selasa (19/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey menegaskan pendidikan menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh kepala sekolah berkolaborasi meningkatkan mutu pendidikan di Subang, mulai dari kualitas pembelajaran hingga sarana pendidikan.
Sorotan publik kini tertuju pada langkah konkret Pemkab Subang yang disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp28 miliar untuk renovasi ruang kelas sekolah.
Anggaran itu dinilai penting mengingat masih banyak sekolah di daerah yang menghadapi persoalan ruang belajar rusak, atap bocor, ventilasi buruk, hingga fasilitas sanitasi yang kurang layak.
Ruang Kelas Aman dan Nyaman Jadi Kebutuhan Mendesak
Kondisi ruang kelas menjadi faktor penting dalam menunjang kualitas belajar siswa. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya mendukung konsentrasi belajar, tetapi juga mempengaruhi kesehatan serta psikologis peserta didik.
Di sejumlah daerah, kerusakan ruang kelas masih menjadi persoalan klasik setiap tahun. Mulai dari plafon ambruk, lantai retak, hingga bangunan lapuk yang membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Karena itu, pelantikan kepala sekolah di Subang dinilai harus diiringi dengan percepatan pembenahan infrastruktur pendidikan. Kepala sekolah bukan hanya bertugas mengelola administrasi, tetapi juga memastikan sekolah menjadi tempat belajar yang layak dan manusiawi.
Anggaran Rp28 Miliar Jadi Harapan Baru
Rencana anggaran renovasi ruang kelas sebesar Rp28 miliar memunculkan harapan baru bagi dunia pendidikan di Subang. Dana tersebut diharapkan dapat diprioritaskan untuk sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan berat dan jumlah siswa tinggi.
Pengamat pendidikan menilai, perbaikan fisik sekolah perlu dilakukan secara transparan dan tepat sasaran agar tidak sekadar menjadi proyek tahunan tanpa dampak nyata terhadap kualitas pendidikan.
Selain renovasi bangunan, sekolah juga membutuhkan dukungan fasilitas pendukung seperti perpustakaan, laboratorium, sanitasi bersih, hingga akses teknologi pendidikan.
Kepala Sekolah Dituntut Jadi Motor Perubahan
Dengan penugasan 238 kepala sekolah baru, masyarakat berharap muncul kepemimpinan pendidikan yang lebih progresif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Kepala sekolah diharapkan mampu menjadi motor perubahan, bukan hanya mengejar target administratif, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi generasi muda Subang.
Jika program renovasi ruang kelas benar-benar berjalan optimal, maka langkah Pemkab Subang bisa menjadi fondasi penting dalam memperbaiki mutu pendidikan daerah secara menyeluruh.(*)



