Diselenggarakan di Grand Center Point, Heritage Medical Bekasi Gelar Tes HIV Gratis

Redaktur author photo
Proses pemeriksaan kesehatan di Apartemen Grand Center Point.

inijabar.com, Kota Bekasi - Pihak manajemen Apartemen Center Point Kota Bekasi, berupaya memperkuat komitmen pencegahan praktik prostitusi, sekaligus menepis stigma negatif yang selama ini melekat pada hunian vertikal tersebut.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan, adalah dengan memfasilitasi kegiatan pemeriksaan kesehatan reproduksi, serta skrining HIV massal bagi warga.

Langkah preventif tersebut, disambut baik oleh pengelola untuk mengedukasi penghuni, sekaligus memastikan lingkungan apartemen bersih dari penyebaran penyakit menular seksual.

Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Grand Center Point Tower C & D, Ardy Junaidi, menyatakan bahwa pihak manajemen sangat mendukung program sosial ini demi mengubah citra kawasan apartemen di mata masyarakat luas.

"Kami dari pihak manajemen, pengurus, dan pengelola sangat berterima kasih sekali dengan adanya program ini. Jadi akan membuka image ke warga yang lain, terutama Kota Bekasi, bahwa di sini program tetap kita kuatkan untuk menanggulangi atau menghindari praktik prostitusi. Kita akan antisipasi jangan sampai image yang ada di luar, Center Point adalah image yang sangat khusus negatif," ujar Ardy saat ditemui di lokasi kegiatan, Sabtu (23/5/2026).

Ardy menambahkan, antusiasme warga penghuni sangat tinggi mengingat layanan pemeriksaan tersebut, diberikan secara cuma-cuma. Pihaknya pun membuka pintu bagi penyelenggaraan kegiatan serupa secara berkala.

"Kami meminta request, untuk pemeriksaan kesehatan yang lain seperti kolesterol dan peningkatan pemeriksaan lainnya," katanya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan tes HIV ini, diinisiasi oleh Heritage Medical Bekasi. Dalam aksi sosial tersebut, tim medis berhasil menjaring 61 peserta yang menjalani serangkaian pemeriksaan, meliputi tes HIV, pemeriksaan organ reproduksi wanita, pembersihan area kewanitaan, hingga pengecekan gula darah.

Dokter Heritage Medical Bekasi, dr. Handrik, mengungkapkan bahwa seluruh peserta yang mengikuti skrining kesehatan tersebut, dinyatakan bersih dari virus menular.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan program sosial kesehatan untuk masyarakat Kota Bekasi, khususnya pemeriksaan HIV gratis dan pemeriksaan kesehatan reproduksi. Dari 61 peserta yang diperiksa, hasilnya negatif semua,” papar dr. Handrik.

Ia menjelaskan, deteksi dini ini sangat krusial bagi kaum perempuan karena gangguan pada organ intim kerap muncul tanpa gejala awal. Selain itu, dr. Handrik menegaskan pemilihan Apartemen Center Point sebagai lokasi kegiatan bersifat acak (random) sebagai bentuk kepedulian, bukan karena adanya temuan kasus di lokasi tersebut.

Sementara itu, layanan kesehatan gratis tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Fetty (33), salah satu peserta pemeriksaan, mengaku sangat terbantu karena biaya pemeriksaan reproduksi secara mandiri biasanya relatif mahal.

“Kalau periksa sendiri mungkin mahal, jadi mumpung ada pemeriksaan gratis kenapa tidak dimanfaatkan. Setelah diperiksa jadi tahu kondisi tubuh sendiri dan hasilnya aman,” ucap Fetty.

Ia berharap, program pemeriksaan jemput bola seperti ini bisa rutin digelar di Kota Bekasi agar kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi terus meningkat tanpa perlu merasa takut. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini