![]() |
| FLS3N tingkat SD di Garut |
inijabar com, Garut- Dinas Pendidikan Kabupaten Garut resmi membuka Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang SD Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026. Kegiatan bergengsi yang menjadi ajang pencarian bibit unggul seni budaya ini digelar di lingkungan Pondok Pesantren Al Musaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (21/5/2026).
Mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, FLS3N tahun ini diikuti sebanyak 371 siswa SD terbaik dari 42 kecamatan se-Kabupaten Garut. Mereka merupakan juara tingkat kecamatan yang siap bersaing menuju tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan mengatakan, FLS3N menjadi agenda rutin nasional dari Kementerian Pendidikan yang memiliki peran penting dalam pengembangan potensi siswa sejak dini.
“Ini kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Kemendikdasmen banyak menyelenggarakan lomba-lomba untuk menjaring minat dan bakat siswa. Kami berharap lahir bibit-bibit seni baru dari siswa SD di Kabupaten Garut yang nantinya mampu berprestasi hingga tingkat provinsi dan nasional,” ujar Asep Wawan.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga harus memberi ruang bagi kreativitas, seni, budaya, dan pembentukan karakter anak. Karena itu, FLS3N menjadi sarana penting untuk membangun kepercayaan diri serta mental kompetitif siswa sejak usia sekolah dasar.
7 Cabang Lomba Jadi Ajang Adu Kreativitas Siswa Garut
Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdik Garut, Ai Sadidah menjelaskan, kompetisi berlangsung selama satu hari penuh dengan peserta dari kelas 3, 4, dan 5 SD.
Sebanyak tujuh cabang lomba dipertandingkan dalam FLS3N SD Garut 2026, yakni:
Gambar Bercerita : 41 peserta
Menyanyi Solo : 41 peserta
Mendongeng : 40 peserta
Menulis Cerita : 38 peserta
Kriya : 37 peserta
Pantomim : 72 peserta
Seni Tari : 102 peserta
Berbagai perlombaan tersebut digelar di sejumlah lokasi di Kecamatan Tarogong Kidul, seperti SDN Jayaraga, SDN 4 Pataruman, Aula Al Musaddiyah, hingga Aula PGRI Tarogong Kidul.
Antusiasme peserta dan guru pendamping terlihat tinggi sejak pagi hari. Banyak siswa tampil mengenakan kostum daerah dan membawa karya seni terbaik mereka untuk memikat dewan juri.
Garut Ingin Cetak Generasi Kreatif dan Berkarakter
Asep menegaskan, FLS3N bukan sekadar lomba seni biasa. Ajang ini menjadi bagian dari penguatan karakter pelajar Indonesia melalui pendekatan budaya dan kreativitas.
Beberapa tujuan utama FLS3N SD 2026 di antaranya:
-Memberikan ruang ekspresi bakat dan kreativitas siswa
-Membentuk karakter disiplin, mandiri, dan percaya diri
-Menumbuhkan semangat berkarya dan berprestasi
-Mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan komunikatif
-Menjaring siswa bertalenta ke tingkat lebih tinggi
-Meningkatkan apresiasi terhadap seni dan budaya bangsa
-Mendukung program Merdeka Belajar
-Membangun ekosistem pendidikan yang kreatif dan inklusif
Ajang FLS3N SD 2026 ini diharapkan menjadi momentum lahirnya generasi muda Garut yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta budaya, serta mampu bersaing di tingkat nasional.(ujang)



