Flyover Cipendawa Rusak, Lurah Bojong Menteng Harapkan Segera Ada Perbaikan

Redaktur author photo
Flyover Cipendawa

inijabar.com, Kota Bekasi - Pihak Kelurahan Bojong Menteng, mengaku kesulitan untuk menindaklanjuti perbaikan kerusakan jalan di Flyover Cipendawa, Kota Bekasi, yang belakangan ini viral di media sosial.

Kendala tersebut dipicu oleh status kepemilikan aset dan wewenang perbaikan jalur tersebut, yang sepenuhnya berada di bawah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Jika kerusakan terjadi pada aset daerah, pihak kelurahan bisa langsung berkoordinasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder), di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi agar dapat segera dibenahi menggunakan anggaran kota.

Lurah Bojong Menteng, Kodriana menjelaskan, bahwa posisi pemerintah di tingkat dasar saat ini mengalami kebuntuan birokrasi, karena tidak memiliki akses langsung untuk berkomunikasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi.

"Kalau jalan itu memang ranah provinsi penanganannya. Jujur, saya juga tidak tahu harus berbicara atau mengadukan masalah ini ke siapa di tingkat provinsi agar segera ditindaklanjuti," ujar Kodriana saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (21/5/2026).

Kodriana menceritakan, dirinya juga sudah mencoba berkonsultasi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, untuk mencari solusi konkret terkait maraknya lubang jalan di atas jembatan layang tersebut.

Namun, dari hasil diskusi tersebut, pihak legislatif menegaskan bahwa Pemkot Bekasi tidak bisa mengintervensi atau menambal jalan tersebut, karena terbentur regulasi penggunaan anggaran daerah yang tidak boleh tumpang tindih.

"Saya sudah tanyakan ke Pak Dewan karena masalah ini sudah ramai. Jawabannya sama, itu kewenangan provinsi. Kalau kita pakai anggaran Kota Bekasi untuk memperbaiki jalan provinsi, itu jelas menyalahi aturan dan anggaran kita bisa terpakai keliru," jelasnya.

Meski hingga saat ini dirinya belum menerima laporan resmi mengenai adanya korban jiwa atau pengendara yang terjatuh akibat lubang tersebut, Kodriana menilai potensi kecelakaan lalu lintas sangat tinggi jika pembiaran terus dilakukan.

Apalagi, jalur layang Cipendawa merupakan urat nadi transportasi logistik strategis yang tidak hanya diakses oleh warga lokal, melainkan pengguna jalan dari berbagai daerah di luar Kota Bekasi.

Oleh karena itu, pihak kelurahan sangat berharap pihak berwenang di tingkat Pemprov Jawa Barat, bisa segera turun tangan melakukan pengaspalan ulang demi menjamin keselamatan para pelintas kendaraan.

"Harapan saya mewakili warga ya segera diperbaiki sebelum ada korban. Siapa pun yang punya akses tembusan ke provinsi, tolong dibantu. Intinya kami ingin warga mana pun yang melintas di wilayah ini bisa merasa aman dan selamat," pungkas Kodriana. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini