![]() |
| Anggota DPRD Jabar Ahmad Faisyal Hermawan |
inijabar.com, Kota Bekasi- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk melihat kembali arah pembangunan ekonomi di tengah tingginya investasi dan derasnya pertumbuhan kawasan industri.
Di satu sisi, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan nilai investasi terbesar di Indonesia. Kawasan industri terus berkembang di Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta hingga Bandung Raya. Namun di sisi lain, tantangan pengangguran, kualitas SDM, hingga daya beli masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan menilai semangat Harkitnas harus dimaknai sebagai kebangkitan ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat bawah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi atau banyaknya pabrik yang berdiri, tetapi juga harus menghadirkan kesejahteraan dan kesempatan kerja bagi warga lokal.
“Makna Harkitnas hari ini adalah bagaimana kebangkitan ekonomi mampu dirasakan masyarakat secara nyata. Jangan sampai investasi besar masuk ke Jawa Barat, tetapi masyarakat di sekitar kawasan industri justru tidak siap bersaing,” ujar Faisyal. Rabu (20/5/2026)
Ia menegaskan, Jawa Barat membutuhkan kebangkitan sumber daya manusia yang sejalan dengan perkembangan industri modern. Pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan pembentukan karakter dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Menurut Faisyal, banyak perusahaan saat ini membutuhkan tenaga kerja yang disiplin, adaptif, dan memiliki kemampuan kerja sesuai kebutuhan industri. Karena itu, dunia pendidikan harus mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Harkitnas bukan hanya mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi momentum membangkitkan kualitas SDM Jawa Barat agar mampu menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi di daerahnya sendiri,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dunia usaha, dan industri agar bonus investasi di Jawa Barat tidak hanya menjadi angka statistik semata.
Dengan posisi Jawa Barat sebagai daerah penyangga industri nasional, Faisyal berharap kebangkitan nasional dapat diterjemahkan melalui pemerataan ekonomi, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas pendidikan.
Di tengah tekanan ekonomi global dan tantangan daya beli masyarakat, Harkitnas 2026 dinilai menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa harus dimulai dari penguatan manusia, ekonomi keluarga, dan kesiapan generasi muda menghadapi persaingan industri masa depan.(adv)



