Investasi Rp200 Triliun Masuk Jabar, Ronny Hermawan Dorong Beasiswa SMK dan Prioritas Kerja Warga Lokal

Redaktur author photo
Anggota Komisi III DPRD Jabar Ronny Hermawan saat hearing dengan Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik

inijabar.com, Kota Bandung- Investasi di Jawa Barat pada tahun 2025 diproyeksikan menembus angka Rp200 triliun lebih. Besarnya arus investasi tersebut dinilai harus berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, terutama di kawasan industri.

Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ronny Hermawan, menyatakan dukungannya terhadap langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendorong program beasiswa bagi siswa di sekitar kawasan industri.

Menurut Ronny, pertumbuhan industri di Jawa Barat harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal agar masyarakat sekitar tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Beasiswa SMK Dinilai Jadi Kunci

Ronny Hermawan menilai program beasiswa khususnya untuk siswa SMK sangat penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.

“Sebagai anggota DPRD Jawa Barat saya sangat mendukung program beasiswa bagi siswa di sekitar kawasan industri. Ini sangat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat ke depan,” ujarnya saat menghadiri rapat bersama Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik. Rabu (20/5/2026)

Ia menegaskan, investasi besar yang masuk ke Jawa Barat harus mampu membuka peluang kerja lebih luas bagi anak-anak daerah, terutama mereka yang tinggal di sekitar kawasan industri strategis.

Anak Jabar Harus Jadi Prioritas Tenaga Kerja

Politisi Partai Demokrat ini juga menyoroti fakta bahwa saat ini masih banyak tenaga kerja di kawasan industri Jawa Barat yang berasal dari luar daerah bahkan luar Pulau Jawa Barat seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) serta sekolah SMK negeri maupun swasta agar mampu mencetak lulusan yang siap kerja.

“Kalau industri tumbuh besar di Jawa Barat, maka anak-anak Jawa Barat juga harus punya skill yang mumpuni supaya bisa bekerja di kawasan industri tersebut,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan investasi di Jawa Barat.

"Demand kerja anak-anak di sekitar kawasan industri di Jawa Barat sangat tinggi tetapi belum cukup baik skill dan karakter nya. Sehingga disiplin kurang. Ditegur malahan ngambek. Mental akamsi (anak kampung sini). Maka mesti dibentuk karaktaer yang baik via pendidikan. Sekolah yang baik tentu salah satu solusi utama yakni membentuk manusia unggul.

Jabar Jadi Kawasan Industri Terbesar Asia Tenggara

Jawa Barat saat ini dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Asia Tenggara. Sejumlah kawasan industri raksasa berkembang pesat di berbagai daerah seperti Subang, Karawang, Deltamas, Lippo Cikarang hingga Jababeka.

Berdasarkan paparan DPMPTSP Jawa Barat, sektor prioritas investasi meliputi industri hilirisasi, semikonduktor, manufaktur, ekonomi digital dan data center, energi baru terbarukan, ketahanan pangan, kesehatan hingga pariwisata.

Dengan potensi investasi yang terus meningkat, DPRD Jawa Barat berharap kebijakan pembangunan industri tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan melalui pendidikan vokasi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Investasi Besar Harus Berdampak ke Masyarakat

Ronny menegaskan, keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat sekitar merasakan manfaatnya secara langsung.

Ia berharap program beasiswa vokasi, pelatihan kerja, dan kolaborasi industri dengan SMK dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran serta meningkatkan daya saing generasi muda Jawa Barat di tengah persaingan industri global.(adv)

Share:
Komentar

Berita Terkini