![]() |
| Anggota Komisi III DPRD Jabar Ahmad Faisyal Hermawan |
inijabar.com, Kota Bekasi- Provinsi Jawa Barat semakin mengukuhkan diri sebagai pusat ekonomi digital nasional. Masuknya investasi sektor data center dan infrastruktur digital dalam beberapa tahun terakhir membuat wilayah penyangga Jakarta ini berubah menjadi “magnet baru” industri teknologi Asia Tenggara.
Tercatat sekitar 30 perusahaan telah menanamkan investasi pada sektor ekonomi digital dan data center di Jawa Barat. Kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta menjadi lokasi utama pengembangan karena dinilai memiliki infrastruktur listrik, akses logistik, serta konektivitas internet yang memadai.
Fenomena ini dinilai bukan sekadar tren investasi biasa. Kehadiran data center diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan cloud computing, artificial intelligence (AI), transaksi digital, hingga layanan pemerintahan berbasis elektronik.
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Ahmad Faisyal Hermawan menilai peluang tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal agar tidak hanya menjadi tempat berdirinya gedung server, tetapi juga mampu menciptakan efek ekonomi luas bagi masyarakat.
“Jawa Barat memiliki posisi strategis karena dekat dengan pusat ekonomi nasional dan didukung kawasan industri terbesar di Indonesia. Investasi data center ini harus mampu membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kualitas SDM digital lokal,” ujar Faisyal. Jumat (22/5/2026)
Menurut politisi asal PDIP ini, perkembangan industri digital akan mendorong lahirnya ekosistem ekonomi baru mulai dari sektor teknologi informasi, keamanan siber, konstruksi, energi, hingga UMKM penunjang kawasan industri.
"Selain itu, meningkatnya investasi data center diperkirakan akan mendongkrak pendapatan daerah melalui pajak, retribusi, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri,"terangnya.
Faisyal mengatakan, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu wilayah paling strategis karena memiliki akses langsung ke Jakarta dan jaringan infrastruktur nasional.
Sementara Karawang mulai berkembang sebagai pusat industri berbasis teknologi dengan dukungan pasokan listrik skala besar. Adapun Purwakarta dinilai unggul dari sisi ketersediaan lahan dan konektivitas tol.
Namun di balik derasnya investasi tersebut, DPRD Jawa Barat mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap dampak lingkungan dan kebutuhan energi.
Data center dikenal membutuhkan konsumsi listrik dan pendingin dalam jumlah besar sehingga pemerintah daerah diminta menyiapkan regulasi yang seimbang antara investasi dan keberlanjutan lingkungan.
“Jangan sampai investasi besar masuk tetapi masyarakat sekitar tidak mendapatkan manfaat nyata. Pemerintah harus memastikan transfer teknologi, penyerapan tenaga kerja lokal, dan pengembangan ekonomi daerah berjalan beriringan,” tambah Faisyal.
Dia juga menilai Jawa Barat berpotensi menjadi “Silicon Valley” baru Indonesia apabila mampu menjaga stabilitas investasi, kepastian regulasi, serta mempercepat pengembangan talenta digital.
Di tengah persaingan ekonomi global, sektor data center kini tidak hanya dipandang sebagai bisnis teknologi, tetapi juga simbol kekuatan ekonomi masa depan. Dan sejauh ini, Jawa Barat tampak berada di jalur terdepan.(adv)



