Krisis Pangan Global, Qudwah Indonesia Perluas Distribusi Qurban 2026

Redaktur author photo
Konferensi pers Qudwah Indonesia.

inijabar.com, Kota Bekasi - Krisis kelaparan ekstrem tengah menghantui wilayah-wilayah konflik dan pedalaman dunia. Berdasarkan data Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sekitar 1,6 juta warga atau 77 persen populasi di Gaza kini mengalami kelaparan akut akibat hancurnya sistem pangan.

Merespons urgensi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan, sekaligus memperluas jangkauan distribusi daging qurban ke berbagai titik krisis global, lembaga filantropi Qudwah Indonesia, resmi meluncurkan program tahunan bertajuk 'Misi Qurban Strengthening 1447 H/2026', di Kota Bekasi, Rabu (20/5/2026).

Presiden Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim, menegaskan bahwa tema tahun ini dipilih, sebagai komitmen nyata untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang terjebak konflik, kemiskinan, dan kerawanan pangan.

"Tahun ini kami ingin qurban bukan hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga menjadi penguat harapan bagi saudara-saudara kita, yang sedang menghadapi situasi sulit di berbagai belahan dunia," ujar Lukman dalam konferensi pers nya di Kota Bekasi.

Lukman menyatakan, Qudwah Indonesia kini sengaja memutar strategi dengan memperluas cakupan wilayah operasionalnya. Jika sebelumnya fokus utama didominasi untuk Palestina, pada tahun 2026 ini perannya diperkuat menjadi skala global yang mencakup Asia, Afrika, hingga Timur Tengah.

"Jawaban kemanusiaan hari ini bukan hanya Palestina, tetapi juga bagaimana membantu wilayah-wilayah lain yang membutuhkan, termasuk Indonesia," kata Lukman.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Program Qudwah Indonesia, Erwan Zaenal, memaparkan bahwa distribusi qurban tahun ini dibagi menjadi tiga klaster utama, yaitu Klaster Palestina, Klaster Global, dan Klaster Afrika.

Untuk Klaster Palestina, pengiriman bantuan akan difokuskan ke Jalur Gaza, Tepi Barat, serta kamp-kamp pengungsian di Mesir, Suriah, Lebanon, dan Yordania. Mengingat akses logistik ke Gaza sangat terbatas dan 95 persen ternak di sana telah mati akibat perang, Qudwah menerapkan strategi khusus.

"Untuk wilayah Gaza, bantuan qurban akan dikirim dalam bentuk produk daging kaleng siap saji yang diproduksi melalui Rumah Potong Hewan (RPH) Muslim di India sebelum didistribusikan ke Gaza," jelas Erwan.

Sementara itu, untuk pengungsi di Timur Tengah, Erwan menyatakan, bahwa bantuan akan dikirimkan dalam bentuk daging beku (frozen meat).

"Khusus di Mesir, kami bersama Presiden Direktur Qudwah Indonesia akan hadir langsung untuk melakukan penyembelihan dan distribusi kepada pengungsi Palestina," tutur Erwan.

Tidak hanya di luar negeri, Klaster Global juga menyasar wilayah domestik, khususnya daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia seperti Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT), Solok, hingga Kepulauan Sula di Maluku Utara.

Deputi Head of Fundraising Qudwah Indonesia, Gerdiansyah Winandi, menyebutkan pihaknya bakal menerjunkan tim langsung ke Kepulauan Sula, untuk mengawal distribusi dua ekor sapi di wilayah terpencil tersebut.

"Kepulauan Sula memiliki tantangan geografis yang cukup berat, karena berbentuk kepulauan dengan akses transportasi dan logistik yang masih terbatas. Dampaknya, akses pangan masyarakat juga cukup sulit," ungkap Gerdiansyah.

Selain Indonesia, Klaster Global ini juga menjangkau negara Asia dan Timur Tengah lainnya seperti Filipina, Thailand, dan Yaman. Sementara untuk Klaster Afrika, distribusi difokuskan ke negara-negara rawan kelaparan ekstrem seperti Somalia, Sudan, Chad, dan Burkina Faso.

Menjawab tantangan teknis penyembelihan di India untuk pasokan Palestina, Deputi Direktorat Marketing Qudwah Indonesia, Faris Abdul Aziz, menjelaskan bahwa seluruh prosesnya dipastikan memenuhi kaidah syariat Islam. Hewan yang dipilih pun disesuaikan dengan regulasi lokal.

"Untuk produk Qurban Palestina, baik frozen*maupun daging siap saji, seluruh proses penyembelihannya dilakukan di India. Hewan yang digunakan adalah kerbau, bukan sapi, karena di India sapi cukup sensitif," kata Faris.

Faris memastikan, timnya akan berangkat langsung ke India, untuk melakukan supervisi ketat guna menjaga amanah dan transparansi laporan bagi para pequrban.

Sebagai bentuk akuntabilitas publik, Qudwah Indonesia meluncurkan platform digital trequ.qudwahindonesia.id. Melalui sistem pelacakan ini, para donatur dapat memantau seluruh proses qurban, mulai dari pengadaan hewan, penyembelihan, hingga distribusi di lapangan secara real-time.

Berikut adalah skema program Qurban Adaptif 2026, yang dibuka oleh Qudwah Indonesia:

• Qurban Palestina A (Gaza): Kerbau Kaleng Siap Saji (Rp 4.500.000 untuk 1/7 bagian).

• Qurban Palestina B (Pengungsian): Daging Frozen di Suriah, Lebanon, Yordania (Rp 2.800.000 untuk 1/7 bagian).

• Qurban Global: 1 kambing atau 1/7 sapi untuk Yaman, Thailand, Filipina, dan pelosok Indonesia (Rp 2.500.000).

• Qurban Afrika: 1/7 sapi untuk Somalia, Sudan, Chad, dan Burkina Faso (Rp 1.850.000).

• Sedekah Daging Kaleng Gaza: Paket donasi fleksibel kemasan 800 gram (mulai dari Rp 200.000).(Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini