Ronny Hermawan Bicara Pentingnya Membentuk BUMD Khusus Kelola Pasar di Kota Bekasi

Redaktur author photo
Anggota Komisi 3 DPRD Jabar Ronny Hermawan saat memberikan kantong daging hewan kurban pada seorang pedagang

inijabar.com, Kota Bekasi- Hampir semua pasar tradisional di Kota Bekasi pengelolaanya bermasalah. Hal ini diakui oleh Walikota Bekasi Tri Adhianto mensoroti kondisi pengelolaan pasar saat ini.

Kemudian muncul wacana pembentukan BUMD khusus untuk mengelola pasar tradisional atau menjadi cabang usaha di bawah BUMD yang sudah ada seperti PT Mitra Patriot (PTMP).

Dalam konteks Kota Bekasi, pilihan antara membentuk BUMD khusus pengelola pasar tradisional atau menjadikan unit pasar sebagai anak usaha sebenarnya bukan sekadar soal kelembagaan, tetapi soal arah bisnis daerah, fokus manajemen, kemampuan investasi, dan target PAD jangka panjang.

Anggota Komisi 3 DPRD Jabar yang juga mantan anggota DPRD Kota Bekasi Ronny Hermawan, mengatakan secara ekonomi bisnis, model yang paling sehat untuk jangka panjang adalah membentuk BUMD khusus pengelolaan pasar rakyat, mirip model Perumda Pasar Jaya di Jakarta.

Ronny juga menyatakan, kalau hanya menjadi cabang usaha di sebuah BUMD yang sudah ada seperti PTMP hanya lebih cepat secara birokrasi saja.

"Lebih baik memang dipersiapkan BUMD khusus mengelola pasar tradisional. Agar persiapan matang tidak terburu-buru dan tidak kerja dua kali dalam pelaksanaan teknis operasionalnya,"ujar pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bekasi ini di sela-sela pemotongan hewan kurban di kantor DPC Demokrat Kota Bekasi pada Rabu 27 Mei 2026.

1. Analisis Dua Opsi Model Bisnis

BUMD Khusus Pasar:

A. Fokus satu bisnis

B. Kecepatan eksekusi lambat di awal

C. Modal awal besar

D. Resiko politik lebih kecil

E. Profesionalisme lebih mudah dibangun

F. PAD jangka panjang

G. Fleksibilitas investasi tinggi

H. Kepercayaan pedagang lebih kuat

I. Tata kelola lebih spesifik

J. Potensi ekspansi sangat besar

Di bawah Anak Usaha PT Mitra Patriot:

A. Tidak fokus bisnis Campuran multiusaha

B. Kecepatan eksekusi lebih cepat

C.  Modal awal bisa sharing resource

D. Risiko politik tinggi

E. Professionalism, rentan tumpang tindih

F. PAD jangka panjang cenderung terbatas

G. Fleksibilitas investasi bergantung PTMP

H. Kepercayaan pedagang bergantung reputasi PTMP

I. Tata kelola risiko lebih birokratis

J. Potensi ekspansi terbatas fokus induk

2. Kenapa BUMD Khusus Pasar Lebih Ideal?

A. Pasar Tradisional Itu Bisnis Besar, Bukan Sekadar Retribusi

Selama ini banyak pemerintah daerah menganggap pasar hanya sumber retribusi. Padahal modern market management sudah berubah menjadi bisnis properti rakyat, pusat distribusi pangan, logistik UMKM, digital commerce, parkir, cold storage, advertising, hingga financial ecosystem UMKM.

Model seperti Perumda Pasar Jaya milik Pemrov Jakarta menunjukkan bahwa pasar bisa menjadi mesin ekonomi daerah jika dikelola profesional.

[cut]

Anggota Komisi 3 DPRD Jabar Ronny Hermawan

B. Risiko Konflik dengan Disdagperin

Selain itu Ronny Hermawan menyatakan, jika pasar hanya menjadi unit bisnis PT Mitra Patriot, maka potensi benturan dengan Disdagperin, Dishub, Bapenda, Satpol PP, cukup tinggi.

"Karena pasar bukan hanya bisnis, tetapi juga pengendalian harga, stabilitas pangan, penataan PKL, kesehatan lingkungan, hingga sosial ekonomi rakyat,"terang Ronny.

BUMD khusus pasar akan lebih mudah memiliki mandat tunggal dan regulasi spesifik.

3. Simulasi Potensi Ekonomi Jika Dibentuk BUMD Pasar

Ronny mencontohkan, misal Kota Bekasi memiliki 10–15 pasar aktif dengan asumsi ada total 15.000–25.000 pedagang, dan jutaan transaksi harian.

Sumber pendapatan bisa berasal dari:

Sumber Pendapatan          Potensi

Retribusi kios                             Stabil

Parkir digital                          Sangat besar

Sewa reklame                        Tinggi

Distribusi pangan.               Strategis

Marketplace pasar               Bertumbuh

Gudang & cold storage     Menjanjikan

Event pasar rakyat               Tambahan

Kerja sama retail                  Tinggi      

QRIS & fintech UMKM      Masa depan

Jika dikelola profesional, BUMD pasar bahkan bisa menjadi operator logistik, pangan kota, pengendali inflasi daerah, agregator UMKM Bekasi.

Cocok untuk Pilot Project

Misalnya Pasar Baru, Pasar Kranji, Pasar Bantargebang, dijadikan proyek percontohan digitalisasi pasar dulu.

Ini sejalan dengan langkah Pemkot Bekasi yang mulai menunjuk PT Mitra Patriot mengelola beberapa area pasar dan penataan PKS.

4. Risiko Besar Jika Tetap Jadi Anak Usaha PT Mitra Patriot

A. Pasar Bisa Tidak Jadi Prioritas

Karena induk usaha punya terlalu banyak sektor.Akibatnya revitalisasi lambat, pelayanan pasar stagnan, kebocoran retribusi tetap terjadi.

Ini berbahaya bagi pengelolaan pasar yang membutuhkan disiplin operasional tinggi setiap hari.

B. Sulit Membangun Brand Khusus Pasar

Padahal pasar modern membutuhkan identitas kuat seperti Pasar Jaya, PD Pasar Surya Surabaya, Perumda Pasar lainnya.

Brand khusus penting untuk investor, kerja sama retail, pembiayaan bank, digital ecosystem.

5. Model Terbaik untuk Kota Bekasi

Rekomendasi Strategis

Tahap 1 (1–2 Tahun)

Pasar dikelola dulu oleh unit khusus di bawah OPD untuk digitalisasi, audit aset, penataan PKL, pembenahan retribusi, pilot smart market.

Tahap 2 (2–5 Tahun)

Spin off menjadi “Perumda Pasar Patriot”

Dengan fokus pengelolaan pasar rakyat, distribusi pangan, UMKM, logistik, retail pangan daerah.

6. Kajian Ekonomi Bisnis

Secara bisnis jangka panjang: Membentuk BUMD khusus pasar jauh lebih sehat dan potensial.

Karena bisa fokus, profesional, scalable, minim konflik, lebih dipercaya investor, lebih besar kontribusi PAD.

Mengenal Perumda Pasar Jaya milik Pemerintah  DKI Jakarta

Konsep bisnis Perumda Pasar Jaya pada dasarnya adalah model pengelolaan pasar tradisional berbasis aset daerah, tetapi dijalankan dengan pola bisnis semi-korporasi. 

Jadi bukan sekadar dinas pemerintah yang mengurus pasar, melainkan BUMD yang dituntut menghasilkan keuntungan, menjaga pelayanan publik, sekaligus mengembangkan aset properti.

Yang menarik, model bisnis Pasar Jaya memang sejak lama melibatkan kerja sama dengan pihak swasta, terutama dalam tiga hal utama:

1. Revitalisasi dan pembangunan pasar

2. Pengelolaan fasilitas komersial

3. Pembiayaan dan permodalan pedagang

Skema Bisnis Utama Pasar Jaya

1. Pasar sebagai aset properti

Pasar Jaya bukan hanya mengelola kios dan lapak, tetapi juga memiliki nilai bisnis properti yang besar.

Model pendapatannya berasal dari Sewa kios dan los,  Retribusi pasar, Parkir, Iklan, Kerja sama komersial, Pengembangan mixed-use building, Pengelolaan ruang usaha modern.

[cut]

Anggota Komisi 3 DPRD Jabar Ronny Hermawan

Karena itu, pasar tradisional di Jakarta sebenarnya diposisikan seperti “aset real estate produktif”, bukan hanya tempat jual beli rakyat.

2. Kerja sama dengan swasta memang menjadi bagian model bisnis

Dalam praktiknya, banyak revitalisasi pasar dilakukan lewat skema kerja sama dengan developer atau investor swasta. Salah satu contoh yang cukup dikenal adalah revitalisasi Pasar Santa.

Dalam proyek itu: Pasar Jaya menyediakan lahan/aset, Swasta menyediakan modal pembangunan, Investor mendapat hak pengelolaan atau pembagian unit usaha dalam jangka tertentu

Artinya, model bisnisnya mirip joint operation, build operate transfer (BOT), kerja sama pemanfaatan aset

Ini dilakukan karena APBD terbatas, Revitalisasi pasar membutuhkan biaya besar, Pasar modern harus bersaing dengan mal dan retail modern

3. Permodalan pedagang juga melibatkan pihak ketiga

Pasar Jaya tidak selalu memberi modal langsung ke pedagang. Mereka lebih banyak menjadi fasilitator, agregator ekosistem pasar

Caranya: menggandeng bank fintech, lembaga pembiayaan UMKM

Pasar Jaya pernah bekerja sama dengan: Bank DKI, BRI, perbankan lain untuk kredit UMKM pedagang pasar

Model ini menguntungkan karena risiko kredit tidak ditanggung Pasar Jaya, pedagang tetap mendapat akses modal, transaksi pasar menjadi lebih formal dan digital

4. Transformasi dari “pasar rakyat” menjadi “ekosistem bisnis”

Dulu paradigma pasar tradisional hanya tempat dagang, pungut retribusi, urus kebersihan

Sekarang Pasar Jaya bergerak menjadi pengelola ekosistem perdagangan, pengelola properti, operator logistik pangan, pengembang kawasan urban.

Bahkan mulai muncul konsep hunian di atas pasar, pasar terintegrasi transportasi, digitalisasi pembayaran, pusat distribusi pangan kota.

Analisis Kekuatan Model Bisnis Pasar Jaya

1. Memiliki aset tanah strategis di Jakarta

2. Arus pengunjung besar

3. Cash flow harian stabil

4. Bisa dikembangkan menjadi properti komersial

5. Potensi integrasi dengan MRT/transit oriented development (TOD)

Model bisnis Perumda Pasar Jaya sebenarnya adalah kombinasi:

-BUMD publik

-Pengelola properti

-Operator pasar

-Mitra investasi swasta

Jadi jawabannya: ya, Pasar Jaya memang banyak menggunakan kerja sama dengan pihak swasta dalam permodalan dan revitalisasi pasar.

Namun pola ini bukan sekadar mencari investor, melainkan strategi untuk mempercepat modernisasi pasar, meningkatkan nilai aset, menjaga pasar tradisional tetap hidup di tengah gempuran retail modern dan e-commerce.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini