![]() |
| Sekretaris DPD KNPI Kota Bekasi, Rendy Danendra Sudrajat |
inijabar.com, Kota Bekasi - Angka pengangguran terbuka dan ketimpangan kompetensi (skill mismatch), masih menjadi tantangan besar bagi pemuda di Kota Bekasi pada momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026.
Generasi muda dinilai rentan hanya menjadi penonton, di tengah masifnya pembangunan industri metropolitan, jika pemangku kebijakan tidak segera bertindak.
Sekretaris DPD KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kota Bekasi, Rendy Danendra Sudrajat menegaskan, Harkitnas tahun ini harus menjadi titik balik kemandirian ekonomi pemuda, bukan sekadar seremoni tahunan.
"Bagi KNPI Kota Bekasi, ukuran kebangkitan di era digital itu sangat konkret, yaitu kemandirian ekonomi. Pemuda harus bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi, menjadi pencipta dan inovator," ujar Rendy saat dihubungi via telepon, Rabu (20/5/2026).
Rendy menilai, mentalitas pemuda Kota Bekasi sebenarnya sangat tangguh, karena lahir di iklim metropolitan yang dinamis. Namun, ia menyoroti adanya jarak antara keahlian pemuda dengan kebutuhan industri saat ini.
"PR terbesar kita masih di ranah skill mismatch. Pembangunan fisik kota yang masif, idealnya harus berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja lokal. Pemuda kita tidak boleh sekadar jadi penonton di rumah sendiri," tegasnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Rendy mendesak penerapan konsep kolaborasi Triple Helix antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi kepemudaan. Menurutnya, setiap investasi yang masuk ke Bekasi wajib berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal.
"Kami sangat mengapresiasi pimpinan daerah, yang memiliki political will nyata untuk turun tangan merajut ekosistem ini. KNPI siap menjembatani pemuda, agar siap terserap industri maupun mandiri sebagai job creator," papar Rendy.
Sebagai langkah nyata, KNPI Kota Bekasi kini memposisikan diri sebagai wadah kolaboratif (collaborative hub) dan pusat inkubasi gagasan. Fokus utamanya adalah memfasilitasi pelatihan vokasi, ruang kewirausahaan, serta pembinaan UMKM dari akar rumput.
Menyikapi tingginya heterogenitas di Kota Bekasi, Rendy menyatakan, KNPI menerapkan strategi 'Dialog Karya' untuk merangkul semua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), agar terhindar dari gesekan sosial.
"Organisasi yang sehat itu harus merangkul semua elemen, bukan dikerdilkan menjadi alat kepentingan satu golongan atau melayani elitnya sendiri. Di KNPI, energi semua OKP disatukan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat luas," jelasnya.
Di akhir perbincangan, Rendy berpesan agar seluruh pemuda di Kota Bekasi melakukan reset mindset, agar lebih kritis dan proaktif mengambil peran di ruang ekonomi.
"Bergabunglah dengan ekosistem yang benar-benar berjuang untuk masyarakat, bukan yang mementingkan kelompok atau lingkaran pertemanan sendiri. Waktunya kita bangkit memastikan masa depan Kota Bekasi dipimpin oleh energi yang inklusif," pungkas Rendy. (Pandu)



