![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bekasi- Napak Tilas Tatar Sunda dengan simbol Kirab Mahkota Binokasih di sejumlah daerah di Jawa Barat mengapa tidak melibatkan Bekasi?.
Apakah Bekasi tidak memiliki korelasi sejarah yang cukup kuat dengan wilayah kekuasaan Kerajaan Pajajaran.
Fakta sejarah mengatakan ada korelasi kuat antara wilayah kekuasaan Pajajaran dengan Bekasi meski secara administratif modern Bekasi lebih dikenal sebagai daerah urban penyangga Jakarta.
Beberapa kaitan sejarahnya antara lain:
1. Bekasi Masuk Wilayah Kerajaan Sunda/Pajajaran
Pada masa kejayaan sekitar abad ke-14 hingga abad ke-16, wilayah yang kini menjadi Bekasi termasuk bagian timur kerajaan Sunda.
Kawasan ini menjadi jalur strategis penghubung antara pusat kerajaan di dengan pelabuhan-pelabuhan pesisir utara Jawa.
Bekasi saat itu berada di kawasan perbatasan budaya Sunda dengan pengaruh Jawa dan pesisir.
2. Sungai Candrabhaga (Kali Bekasi)
Nama Bekasi diyakini berasal dari kata “Bhagasasi” atau “Bhagasi” yang tertulis dalam dan sumber kuno lain. Sungai dulu dikenal sebagai Candrabhaga.
Meski lebih tua dari era Pajajaran karena berasal dari masa abad ke-5, wilayah Bekasi kemudian tetap menjadi bagian penting dalam lanskap politik Sunda hingga era Pajajaran.
3. Jejak Budaya Sunda di Bekasi
Walaupun kini Bekasi sangat heterogen, jejak budaya Sunda masih terlihat dalam:
- bahasa Sunda dialek Bekasi,
- kesenian tradisional,
- nama kampung dan situs tua,
- tradisi agraris masyarakat lama Bekasi.
Ini menunjukkan kesinambungan historis dari kebudayaan Sunda yang pernah berada di bawah pengaruh .
4. Jalur Pertahanan dan Perdagangan
Wilayah Bekasi pada masa Pajajaran juga diduga menjadi jalur pengawasan terhadap ancaman dari arah timur dan pesisir utara.
Karena lokasinya strategis dekat Batavia/Jakarta sekarang, kawasan ini menjadi lintasan perdagangan dan mobilitas pasukan.
5. Setelah Pajajaran Runtuh
Setelah runtuhnya akibat ekspansi dan pada abad ke-16, wilayah Bekasi mulai mengalami perubahan budaya dan politik yang lebih kompleks, termasuk pengaruh Islam pesisir dan kemudian kolonial Belanda.
Karena itu, Bekasi bisa disebut sebagai salah satu wilayah pinggiran strategis dalam sejarah panjang tanah Sunda dan Pajajaran.
*sumber berbagai buku sejarah dan budaya sunda



