![]() |
| Seni pertunjukan dipercayakan kelompok lansia di Depok |
inijabar.com, Depok – Acara Jualan UMKM Sama-sama sekaligus perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (Halun) 2026 diperingati dengan semangat oleh para lansia dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar di Taman Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Lansia Menari, UMKM Menyala” tersebut menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui pertunjukan seni lansia dan bazar UMKM dengan diikuti peserta dari enam Kelurahan se Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.
Berbagai produk kuliner, kerajinan, dan hasil karya warga dari masing-masing perwakilan kelurahan dipamerkan dalam bazar tersebut. Sementara, para lansia tampil penuh percaya diri melalui beragam aksi seni pertunjukan mulai dari tari, teater, drama kolosal dan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, acara tampak juga dihadiri para aparatur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) mulai dari Camat, Anggota DPRD, Lurah, dan komunitas Lansia.
Anggota DPRD Kota Depok, Endah Winarti yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap aktif, kreatif dan produktif.
“Memang geliatnya luar biasa, hari ini mereka tampil maksimal. Walaupun usianya di atas 60 tahun, semangatnya tidak akan kendor dan jauh dari anggapan bahwa lansia memiliki keterbatasan untuk berkarya,” ujar Endah kepada awak media.
Menurutnya, antusiasme para peserta sudah terlihat sejak pagi hari. Mereka mempersiapkan diri dengan penuh semangat demi memberikan penampilan terbaik.
“Bahkan sejak subuh mereka sudah berdandan di salon masing-masing. Ini menunjukkan bahwa para lansia memiliki semangat hidup dan rasa percaya diri yang luar biasa,” kata Endah.
Politisi asal Fraksi Partai Demokrat itu menilai bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang hiburan. Namun juga sebagai sarana membangun lansia yang berdaya dan mandiri.
Oleh karenanya, mereka perlu terus dibina dan diberi ruang untuk berkarya. Agar dapat menjalani masa tua secara sehat, bahagia, dan produktif.
“Harapan saya, para lansia memiliki umur yang panjang dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Tidak merepotkan anak, cucu, maupun orang lain. Karena itu mereka terus berkarya, ada yang menjalankan UMKM, ada yang belajar menari, dan berbagai kegiatan positif lainnya,” ungkap Endah.
Dia juga menjelaskan sejauh ini pembinaan lansia di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok dilakukan secara rutin melalui berbagai kegiatan, seperti karawitan, angklung, tari, bernyanyi bersama, hingga aktivitas ekonomi produktif melalui UMKM. Bahkan, terdapat peserta lansia yang telah berusia hampir 80 tahun hingga sekitar 85 tahun, namun tetap produktif mengikuti berbagai kegiatan.
Menurut Endah, dengan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan ruang untuk mengekspresikan kreativitas terbukti mampu menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri bagi para lansia. Dia pun mengajak masyarakat khususnya warga lanjut usia yang belum bergabung untuk ikut berpartisipasi dalam komunitas lansia yang ada di enam Kelurahan, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.
“Mari Bapak dan Ibu lansia tetap berdaya. Bergabunglah melalui kelurahan masing-masing di Kecamatan Sukmajaya. Semua hobi dapat tersalurkan, mulai dari karawitan, kesenian, bernyanyi, kuliner, hingga UMKM. Dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, saya berharap semakin banyak lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan bahagia,” tandasnya.
Endah menegaskan bahwa menjadi lansia bukan berarti berhenti untuk produktif dan berkarya. Namun sebaliknya di masa usia tersebut dapat menjadi kesempatan untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus menjadi ruang pemberdayaan. Agar dapat memperkuat peran lansia sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di tengah masyarakat. Semangat “Lansia Menari, UMKM Menyala” menjadi pesan bahwa usia hanyalah angka, sementara semangat untuk berkarya, mandiri, dan berdikari tidak mengenal batas usia,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli mengatakan bahwa peran warga lansia, pelaku UMKM serta remaja penting untuk dilibatkan pada kesempatan seperti ini. Salah satunya dengan cara berkolaborasi di setiap kegiatan, seperti melalui aksi seni pertunjukan, bazar UMKM dan lainnya.
“Jadi lansia lagi ulang tahun, mereka ingin perform, maka kita siapkan juga, rangkaikan kegiatan seperti dengan launching jualan UMKM sama-sama tingkat kecamatan dan lainnya. Harapannya itu tadi ya, kalau ada keriaan berarti di situ ada bazar, ada kebutuhan makan minum, tapi sekali lagi yang buat saya hari ini juga spesial. Karena ada launching atau penyerahan SK UMKM tingkat kelurahan,” kata Cristine.
Wanita jebolan pendidikan di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor, Jawa Barat itu pun berpesan agar ke depan pihak Kelurahan dapat memperhatikan para pelaku UMKM tersebut melalui pembinaaan atau pendampingan lebih lanjut.
“Artinya kepengurusan UMKM ini kan sebenarnya lebih sedikit dari pada anggotanya. Nah bagaimana para pengurus UMKM di tingkat kelurahan maupun kecamatan ini mempunyai peran untuk membina dan pendampingan. Misalnya bagaimana UMKM itu mengurus PRT-nya, sertifikasi halal, kemudian juga desain produk, kemasan, dan lainnya,” tandasnya.
Sehingga dengan begitu, kata dia nantinya UMKM Kecamatan Sukmajaya akan bersiap untuk naik kelas. Selain diberikan ruang pada setiap kegiatan, tapi juga dapat langsung diuji coba membuat produk sekaligus kurasinya.
“Apakah produknya bisa terus meningkat secara kualitas, secara packaging, secara marketing, gitu. Dan ini saya akan pantau terus supaya dengan kepengurusan yang baru ini ada semangat-semangat baru, ada kreativitas, ada inovasi yang baru juga,” pungkasnya. (Risky)



