![]() |
| Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismananto |
inijabar.com, Kota Bandung – Nama Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismananto, mendadak menjadi sorotan setelah beredar informasi yang menyebut dirinya dikabarkan diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri terkait dugaan keterkaitan dengan pusaran kasus korupsi tambang bauksit di Kalimantan Barat.
Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah platform digital setelah Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso pada Sabtu (6/6/2026), mengungkap adanya kabar pemeriksaan terhadap perwira tinggi Polri tersebut.
Namun hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Mabes Polri maupun Divisi Propam yang membenarkan ataupun membantah kabar tersebut.
Dikaitkan dengan Kasus Tambang Bauksit Kalbar
Nama Irjen Pipit Rismananto disebut-sebut muncul dalam perbincangan publik seiring berkembangnya penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) bauksit di Kalimantan Barat.
Kasus ini menjadi perhatian nasional setelah Kejaksaan Agung menetapkan pengusaha tambang Sudianto alias Aseng sebagai tersangka dalam dugaan penyimpangan pengelolaan izin tambang yang berlangsung dalam rentang waktu cukup panjang.
Muncul spekulasi bahwa penyidik tengah menelusuri berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan di Kalbar selama periode tersebut. Namun hingga kini belum ada dokumen resmi maupun hasil penyidikan yang menyebut keterlibatan Irjen Pipit Rismananto dalam perkara tersebut.
Rekam Jejak Mentereng Jadi Sorotan
Ironisnya, isu yang beredar justru menyasar sosok yang dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang reserse kriminal khusus.
Sebelum menjabat Kapolda Jawa Barat, Irjen Pipit pernah dipercaya sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri. Jabatan tersebut identik dengan penanganan kasus-kasus besar di sektor pertambangan, energi, lingkungan hidup, hingga sumber daya alam.
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya memimpin Polda Kalimantan Barat pada Maret 2023. Setelah lebih dari tiga tahun bertugas di Kalbar, Pipit kemudian mendapat promosi menjadi Kapolda Jawa Barat melalui mutasi Polri pada Mei 2026.
Promosi tersebut sebelumnya dinilai sebagai bentuk kepercayaan pimpinan Polri terhadap kinerja dan pengalaman yang dimiliki jenderal bintang dua tersebut.
Publik Menunggu Klarifikasi Resmi
Terlepas dari berbagai isu yang berkembang, publik saat ini menunggu klarifikasi resmi dari institusi Polri. Sebab, informasi yang beredar masih berupa klaim dan belum didukung pernyataan resmi dari pihak berwenang.
Pengamat menilai transparansi sangat penting untuk menghindari berkembangnya spekulasi yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Apalagi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah strategis dengan tingkat kompleksitas keamanan dan pelayanan publik yang tinggi. Karena itu, setiap isu yang menyangkut pucuk pimpinan kepolisian daerah akan menjadi perhatian luas masyarakat.
Ujian Awal Kapolda Jabar
Bagi Irjen Pipit Rismananto, isu yang beredar saat ini dapat menjadi ujian awal setelah resmi menjabat Kapolda Jawa Barat. Di tengah ekspektasi publik terhadap penegakan hukum yang bersih dan profesional, setiap informasi yang berkaitan dengan pejabat tinggi negara akan selalu mendapat sorotan.
Sampai ada keterangan resmi dari Propam Polri, Mabes Polri, maupun pihak terkait lainnya, informasi mengenai dugaan pemeriksaan tersebut masih perlu diverifikasi dan tidak dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.(*)




