Ribuan Warga Turun ke Irigasi Citalang, Tradisi Gubyag Sungai di HUT Purwakarta 2026, Simak Sejarah dan Maknanya

Redaktur author photo
Ribuan warga turun ke sungai Origasi Citalang dalam acara Gubyag Sungai meriahkan HUT Purwakarta 2026

inijabar.com, Purwakarta – Ribuan warga memadati aliran Sungai Irigasi Citalang, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (20/6/2026) sejak pukul 07.00 WIB untuk mengikuti tradisi Gubyag Sungai yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga sarat nilai budaya, kebersamaan, dan pelestarian tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat Sunda sejak lama.

Warga dari berbagai kalangan tampak antusias turun langsung ke sungai untuk menangkap ikan bersama-sama. Suasana penuh kegembiraan mewarnai kegiatan yang menjadi magnet tersendiri dalam perayaan HUT Kabupaten Purwakarta tahun ini.

Sejarah Gubyag Sungai, Tradisi Rakyat yang Mengakar di Tanah Sunda

Tradisi gubyag atau ngagubyag berasal dari budaya masyarakat agraris Sunda. Secara harfiah, gubyag berarti mengaduk atau mengobok air secara bersama-sama untuk menangkap ikan yang berada di sungai, kolam, maupun saluran irigasi.

Pada masa lalu, tradisi ini kerap dilakukan setelah panen raya atau saat masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan saluran air. Selain bertujuan mendapatkan ikan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Dalam perkembangannya, gubyag kemudian menjadi bagian dari tradisi budaya yang sering digelar pada momentum-momentum khusus seperti hari jadi daerah, pesta rakyat, syukuran panen, hingga perayaan kemerdekaan.

Di Purwakarta, tradisi gubyag tidak sekadar aktivitas menangkap ikan, melainkan simbol kedekatan masyarakat dengan alam dan sumber daya air yang menjadi penopang kehidupan pertanian.

Bagian dari Semangat HUT Kabupaten Purwakarta

Pelaksanaan Gubyag Sungai Irigasi Citalang tahun 2026 menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian besar masyarakat. Ribuan peserta dari berbagai wilayah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Panitia penyelenggara menyebut kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian kearifan lokal sekaligus upaya menjaga semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Purwakarta.

"Tradisi gubyag bukan hanya soal menangkap ikan, tetapi menjadi momentum kebersamaan masyarakat serta penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang perlu terus dijaga," demikian semangat yang diusung dalam rangkaian peringatan HUT Kabupaten Purwakarta 2026.

Daya Tarik Wisata Budaya

Selain menjadi hiburan rakyat, Gubyag Sungai juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang unik. Ribuan warga yang turun langsung ke aliran irigasi menciptakan pemandangan khas yang jarang ditemukan di daerah lain.

Tradisi ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan budaya lokal. Justru melalui perayaan seperti HUT Kabupaten Purwakarta, warisan leluhur dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Dengan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, Gubyag Sungai Irigasi Citalang kembali membuktikan diri sebagai salah satu tradisi rakyat paling dinanti dalam setiap perayaan hari jadi Kabupaten Purwakarta.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini