Gelar Kriyaan Lansia di Kota Bekasi, Menteri Kependudukan Apresiasi Sekolah Lansia

Redaktur author photo
Foto bersama di momen Kriyaan Lansia 2 Kota Bekasi.

inijabar.com, Kota Bekasi - Lonjakan populasi lansia atau ageing population di wilayah perkotaan, menuntut kesiapan pemerintah daerah dalam menghadirkan ekosistem sosial yang inklusif dan produktif.

Menua dalam kondisi sehat dan mandiri, kini menjadi prioritas pembangunan keluarga, guna mencegah fenomena kerentanan sosial dan psikologis, seperti isolasi serta gangguan kesehatan mental pada kelompok lanjut usia.

Sebagai bentuk intervensi nyata, Pemerintah Kota Bekasi menggelar puncak acara Kriyaan Lansia 2 Kota Bekasi 2026, di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Rabu (8/7/2026).

Dengan mengusung tema 'Lansia Berdaya, Berkarya, dan Bahagia', perhelatan akbar tahunan ini sukses mengumpulkan lebih dari 3.000 lansia dari berbagai wilayah untuk menampilkan kreativitas, mulai dari tari tradisional, permainan angklung, hingga kompetisi line dance.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, yang hadir langsung mengapresiasi tingginya angka harapan hidup di Kota Bekasi yang telah menyentuh 76 hingga 77 tahun. Kondisi itu linear dengan populasi lansia lokal yang kini berada di angka 11,9 persen dari total penduduk.

"Tantangan utama lansia saat ini adalah kesepian. Umurnya sehat, tetapi anak-anaknya sudah sukses dan bekerja di tempat lain, sehingga di rumah sendirian. Problem kesepian ini bahaya jika tidak ada kegiatan. Oleh karena itu, selaku pembantu Presiden yang mengurusi pembangunan keluarga, kami memfokuskan dua program utama, yaitu Sekolah Lansia dan Lansia Entrepreneur agar mereka tetap aktif, produktif, serta melek edukasi digital di era ponsel ini," ujar Wihaji.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh anggaran daerah bagi kesejahteraan lansia. Salah satu program unggulan yang diadopsi, adalah ekosistem Sekolah Lansia terstruktur dengan jenjang kurikulum mirip perguruan tinggi (S1, S2, dan S3).

"Cakupan Sekolah Lansia di Kota Bekasi berkembang sangat pesat. Dari target awal 3.000 peserta, saat ini memasuki tahun kedua kuotanya melonjak hingga 3.500 lebih lansia yang tersebar di 22 Sekolah Lansia pada 12 kecamatan. Kehadiran Pak Menteri menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mengadaptasi pola kurikulum agar para orang tua kita selalu guyub, sehat, dan panjang umur melalui silaturahmi," kata Tri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, menjelaskan bahwa esensi dari kata 'Kriyaan', adalah menghadirkan riang gembira bagi para lansia melalui ruang unjuk cipta karya dan bakat.

"Persiapan agenda tahunan ini dirancang matang untuk menampung kreativitas 3.000-an lansia agar mental mereka makin sehat dan bugar. Melalui momentum kedatangan Pak Menteri kependudukan hari ini, kami berharap formula penanganan lansia berbasis kearifan lokal di Kota Bekasi ini bisa mendapatkan apresiasi dan menjadi percontohan di tingkat nasional," tutur Kusnanto.

Melalui integrasi program antara pusat dan daerah ini, Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk tidak sekadar menjadikan lansia sebagai objek pasif jaminan sosial.

Transformasi melalui Sekolah Lansia dan wadah kreativitas berkala, diharapkan mampu mencetak generasi lansia tangguh yang mandiri, produktif, serta menjadi motor penggerak keharmonisan di dalam lingkungan keluarga mereka masing-masing. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini