![]() |
| Pedagang cabai di Pasar Baru Bekasi |
inijabar.com, Kota Bekasi - Lonjakan harga cabai rawit merah yang menembus Rp 80.000 per kilogram di Kota Bekasi, memicu kekhawatiran meluasnya dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan konsumen harian.
Kenaikan tajam sebesar Rp 30.000 yang bertahan sejak Agustus 2026 ini, mendorong Komisi III DPRD Kota Bekasi mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah intervensi pasar.
Kondisi cuaca kemarau panjang yang memicu gagal panen di tingkat petani, disinyalir menjadi pemicu utama merosotnya pasokan. Hal tersebut dikeluhkan oleh Taufik, salah seorang pedagang di Pasar Baru Bekasi.
"Cabai rawit merah sekarang Rp 80.000 per kilo, padahal sebelumnya cuma Rp 50.000. Naiknya sudah sebulan sejak Agustus karena pengaruh kemarau dan banyak yang gagal panen," kata Taufik saat ditemui di Pasar Baru Bekasi, Kamis (24/9/2026).
Taufik menambahkan, meski stok di pedagang masih terbilang aman, lonjakan harga tersebut memaksa konsumen, terutama para pedagang kuliner, mengubah pola belanja mereka demi menekan biaya operasional.
"Pasokan sebenarnya tetap ada, tapi minat beli masyarakat langsung berkurang. Yang biasanya langganan beli satu kilo, seperti pedagang pecel lele atau ayam bakar, sekarang cuma beli seperempat kilo," tutur Taufik.
Selain cabai rawit merah, beberapa komoditas lain di Pasar Baru Bekasi juga terpantau di angka yang cukup tinggi, seperti cabai rawit keriting seharga Rp 50.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 40.000 per kilogram, bawang merah Rp 30.000 per kilogram, dan tomat Rp 10.000 per kilogram.
Menanggapi situasi yang kian memberatkan warga tersebut, DPRD Kota Bekasi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, tidak tinggal diam dan segera mengantisipasi potensi lonjakan harga lanjutan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), untuk segera menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar murah di lapangan.
"Seyogianya pemerintah daerah melalui Disperindag, kita dorong untuk melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional, memastikan harga tetap terkendali dan memeriksa pasokan," ujar Alit saat ditemui di kantor nya.
Alit juga mengingatkan Pemkot Bekasi, agar memperkuat koordinasi dan jalur distribusi dengan wilayah-wilayah daerah penghasil cabai, guna menjamin ketersediaan stok hingga akhir tahun.
"Pemerintah perlu memberikan solusi jangka panjang. Jangan sampai harga melonjak lagi. Penting memastikan komunikasi antar-daerah penghasil agar harga cabai ini tetap stabil dan tidak melampaui harga acuan," pungkas Alit. (Pandu)



