![]() |
| Bupati dan Wakil Bupati Garut |
inijabar.com, Garut – Janji politik selalu menjadi ukuran utama keberhasilan seorang kepala daerah. Setelah hampir dua tahun memimpin Kabupaten Garut, Bupati Abdusy Syakur Amin kini mulai menghadapi ujian besar: sejauh mana janji perubahan yang pernah disampaikan saat kampanye Pilkada 2024 telah diwujudkan.
Salah satu pernyataan yang paling diingat publik adalah orasi Syakur Amin dalam bahasa Sunda yang menyentuh kegelisahan masyarakat Garut.
"Urang Garut alim kiyeu-kiyeu wae! Urang kudu leuwih ti batan nu lain. Urang mah orang-orang hebat, orang Garut hebat pisan! Tapi naha bet kiyeu-kiyeu wae? Sigana naon? Pamimpina kudu anu hebat!"
Ucapan tersebut kala itu mendapat sambutan meriah dari ribuan pendukung. Pesan yang disampaikan pun jelas, yakni mengakhiri kesan stagnasi dan membawa Garut menjadi daerah yang lebih maju melalui kepemimpinan yang kuat.
Kini, memasuki paruh masa jabatan pasangan Bupati Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Putri Karlina, masyarakat mulai menunggu bukti nyata dari slogan perubahan tersebut.
Berbagai program pembangunan memang telah berjalan. Pemerintah Kabupaten Garut juga terus menyusun perencanaan dan melaksanakan sejumlah agenda pembangunan di berbagai sektor. Namun, di tengah masyarakat, persoalan klasik masih menjadi perhatian.
Mulai dari kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah, kesejahteraan petani, peluang kerja bagi generasi muda, hingga kualitas pelayanan publik masih menjadi isu yang sering disampaikan warga.
Pengamat kebijakan publik Tubagus Yusuf menilai waktu hampir dua tahun memang belum cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang bersifat struktural. Namun, periode tersebut dinilai sudah memadai untuk melihat arah kebijakan sekaligus mengukur political will atau kehendak politik seorang kepala daerah.
Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan tidak hanya terletak pada visi besar yang tertuang dalam dokumen perencanaan, tetapi juga pada perubahan yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Perbaikan jalan di pelosok, meningkatnya kesejahteraan petani, bertambahnya lapangan pekerjaan, serta pelayanan publik yang cepat dan mudah menjadi indikator yang paling mudah dinilai oleh warga.
Seiring waktu yang terus berjalan menuju pertengahan masa kepemimpinan, ruang publik pun akan semakin kritis mengevaluasi capaian pemerintahan Abdusy Syakur Amin.
Apakah semangat "Garut Hebat" benar-benar terwujud melalui kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat, atau justru masih sebatas slogan politik yang pernah menggema di masa kampanye.
Pada akhirnya, sejarah akan mencatat bahwa setiap janji politik selalu menuntut pembuktian. Masyarakat Garut kini menanti jawaban, apakah perubahan yang dijanjikan benar-benar hadir dalam kenyataan.(ujang)



