Mel Shandy Balik ke Bandung, Kisah Lady Rocker dan Perjalanan Hijrah Bikin Haru

Redaktur author photo
Lady Rocker legendaris Mel Shandy saat berpose bersama rekan-rekan alumni SMPN 1 Cikoneng Ciamis

inijabar.com, Ciamis- Nama Mel Shandy pernah mengguncang panggung musik Indonesia. Lady rocker kelahiran Bandung, Hj. Melinda Susilarini, ini dikenal sebagai salah satu penyanyi rock perempuan yang sukses mencuri perhatian publik lewat suara khas dan lagu-lagu hitsnya.

Mel Shandy meraih popularitas besar setelah membawakan lagu “Bianglala” dan “Ulah Tuan dan Nona” karya musisi legendaris Jockie Soerjoprajogo. Sejak saat itu, namanya langsung melejit dan masuk jajaran lady rocker papan atas Indonesia.

Namun perjalanan hidup Mel Shandy tidak hanya soal musik. Sejak 2007, ia memilih jalan spiritual baru dengan berhijrah dan lebih mendalami ajaran Islam. Penampilannya pun berubah, rambut merah yang dulu menjadi ciri khasnya kini ia tutupi sebagai bagian dari komitmen menutup aurat.

Perjalanan panjang itu kembali terasa saat Mel Shandy bertemu sahabat lamanya sesama musisi rock, dan suaminya A Dany, dalam sebuah momen penuh kehangatan.

Pertemuan tersebut terjadi usai Mel Shandy tampil dalam acara reuni SMPN 1 Cikoneng dan kegiatan lainnya pada 6 September 2026. Setelah acara, ia menyempatkan diri berkunjung ke Darussalam untuk bersilaturahmi dengan Ang Icep sebelum kembali ke Bandung.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Mel Shandy mengaku sangat terharu bisa kembali bertemu dengan sahabat lama yang memiliki perjalanan kehidupan berbeda namun memiliki nilai yang sama.

“Ini bukan semata hanya pertemuan, tapi ada perjalanan kehidupan spiritual yang sama-sama kita pelajari. Baik musik maupun agama,” ujar Mel Shandy.

Ia menyebut pertemuan tersebut menjadi ruang untuk berbagi cerita dari hati ke hati.

“Alhamdulillah hari ini bisa ngobrol dari hati ke hati di joglo ini. Harapan saya mudah-mudahan panjang umur, banyak rezekinya dan terus berkarya untuk Indonesia,” ungkapnya.

Kisah Mel Shandy menjadi bukti bahwa perjalanan seorang seniman tidak berhenti ketika popularitas meredup. Dari panggung rock hingga perjalanan hijrah, ia tetap membawa semangat berkarya dan memberi inspirasi bagi banyak orang.

Kini, sosok lady rocker legendaris itu terus menjalani kehidupan dengan keseimbangan antara kecintaan pada musik dan nilai-nilai spiritual yang ia yakini.

Share:
Komentar

Berita Terkini