Sukabumi, Majalengka, Kab.Bandung Jadi Daerah Terbesar Karhutla di Jabar

Redaktur author photo


inijabar.com, Kota Bandung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membersihkan atau membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Jawa Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali, mengatakan pembersihan lahan lebih aman dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana seperti parang, sabit, dan cangkul, terutama untuk lahan yang tidak terlalu luas.

"Pada lahan yang luas, pembersihan dapat dilakukan menggunakan peralatan mekanis. Vegetasi yang telah ditebang kemudian dikumpulkan dan dicacah agar ukurannya lebih kecil," kata Teten dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, hasil cacahan vegetasi tidak perlu dibakar karena masih memiliki nilai manfaat. Material tersebut dapat diolah menjadi kompos dengan bantuan biodekomposer yang mampu mempercepat proses pengomposan.

Selain itu, cacahan pohon juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman. Bahkan, sebagian vegetasi hasil pembersihan lahan masih dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai kebutuhan sehari-hari.

Teten menjelaskan, sebagian besar kasus kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat dipicu oleh ulah manusia. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, kelalaian membuang puntung rokok sembarangan, hingga aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan menjadi faktor dominan penyebab karhutla.

Di sisi lain, cuaca panas yang disertai minimnya curah hujan membuat vegetasi menjadi sangat kering sehingga api lebih mudah menyala dan cepat meluas.

Data BPBD Jawa Barat mencatat hingga 31 Agustus 2026, luas kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat telah mencapai 228,07 hektare yang tersebar di 178 desa dan kelurahan.

Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni 49,20 hektare, disusul Kabupaten Majalengka seluas 26,16 hektare, dan Kabupaten Bandung seluas 24,80 hektare.

BPBD Jawa Barat mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar menjadi metode yang lebih ramah lingkungan demi mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Share:
Komentar

Berita Terkini