![]() |
| Grand final GSI 2026 mempertemukan Kota Bandung versus Kota Bogor |
inijabar.com, Kota Bekasi- Keikutsertaan Kota Bekasi pada Gala Siswa Indonesia (GSI) Jawa Barat 2026 patut diapresiasi. Namun, kegagalan melaju hingga babak akhir menjadi sinyal bahwa pembinaan sepak bola usia SMP di Kota Bekasi masih membutuhkan penguatan.
Padahal, Kota Bekasi memiliki potensi besar. Banyak sekolah yang aktif mengikuti kompetisi sepak bola, didukung keberadaan sekolah sepak bola (SSB) dan klub usia muda.
Bahkan, proses seleksi GSI mampu melahirkan pemain-pemain berbakat, seperti tiga siswa SMPN 41 Kota Bekasi yang terpilih masuk tim talent scouting GSI 2026. Hal ini menunjukkan kualitas individu pemain sebenarnya tersedia.
Persoalannya adalah bagaimana potensi tersebut dibina secara berkelanjutan. GSI bukan sekadar turnamen lima hari, tetapi menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan sepak bola pelajar di daerah. Kota Bogor, Kota Bandung, hingga Kabupaten Bandung Barat mampu tampil konsisten karena memiliki pembinaan yang terstruktur dari tingkat sekolah, kompetisi antarkecamatan, hingga pembentukan tim daerah.
Sebaliknya, Kota Bekasi perlu mengevaluasi beberapa aspek penting, antara lain:
1. Intensitas kompetisi sepak bola antarsiswa SMP sepanjang tahun.
2. Sinkronisasi pembinaan antara Dinas Pendidikan, Dispora, Askot PSSI, dan sekolah.
3. Program talent scouting yang berkesinambungan, bukan hanya menjelang GSI.
4. Peningkatan kualitas pelatih ekstrakurikuler sepak bola di sekolah.
5. Kesempatan uji coba melawan daerah yang memiliki tradisi sepak bola pelajar kuat.
Jika pembinaan hanya dilakukan menjelang GSI, sulit berharap Kota Bekasi mampu bersaing dengan daerah yang telah memiliki sistem pembinaan berjenjang.
Ironisnya, Kota Bekasi dikenal sebagai salah satu kota dengan jumlah penduduk besar dan memiliki banyak talenta muda sepak bola. Namun, prestasi pada level pelajar belum mampu berbicara banyak di tingkat provinsi.
GSI 2026 seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan sekadar melihat hasil pertandingan. Dinas Pendidikan Kota Bekasi bersama Dispora dan Askot PSSI perlu menyusun peta jalan pembinaan sepak bola pelajar usia SMP agar regenerasi atlet berlangsung berkesinambungan.
Apabila pembinaan dilakukan secara konsisten sejak tingkat sekolah, bukan tidak mungkin Kota Bekasi mampu menjadi penantang serius Kota Bogor maupun Kota Bandung pada penyelenggaraan GSI tahun-tahun berikutnya.
Dalam ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 yang berlangsung di Stadion Purnawarman, Kabupaten Purwakarta, pada 2–6 September 2026.
Kota Bekasi menjadi salah satu dari 16 tim putra yang mewakili kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam kompetisi sepak bola pelajar jenjang SMP tersebut.
Namun, langkah tim pelajar Kota Bekasi belum mampu menembus jajaran juara. Berdasarkan hasil pertandingan yang dipublikasikan panitia, Kota Bekasi harus mengakui keunggulan tuan rumah Purwakarta dengan skor 1-2 pada laga fase grup.
Dalam pertandingan yang berlangsung 3 September 2026 itu, Kota Bekasi sempat memberikan perlawanan sengit. Akan tetapi, Purwakarta berhasil membalikkan keadaan melalui gol Rakha Arziki Kanigara dan M. Rizki Hidayat sehingga menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1.
Hingga turnamen berakhir, nama Kota Bekasi tidak masuk dalam daftar tiga besar. Gelar juara kategori putra akhirnya diraih Kota Bogor setelah mengalahkan Kota Bandung melalui drama adu penalti 5-4 di partai final. Posisi ketiga ditempati Kabupaten Bandung Barat.
Ajang GSI 2026 sendiri diikuti oleh 16 kontingen putra, yakni Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Banjar, Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Cirebon, Garut, Kuningan, Indramayu, Pangandaran, Sukabumi, Tasikmalaya, dan tuan rumah Purwakarta. Sementara kategori putri hanya diikuti Kota Bandung, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Oktora, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas.
"Semoga GSI terus menjadi wadah lahirnya talenta-talenta muda sepak bola Jawa Barat yang siap mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional," ujarnya.
Meski belum mampu membawa pulang gelar, keikutsertaan Kota Bekasi di GSI Jabar 2026 menjadi modal penting dalam pembinaan sepak bola usia SMP.
Evaluasi terhadap hasil kompetisi dinilai penting agar pembinaan atlet pelajar di Kota Bekasi semakin kompetitif sehingga mampu bersaing dengan daerah-daerah yang kini mendominasi sepak bola pelajar Jawa Barat seperti Kota Bogor, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.(Novi)



