inijabar.com, Depok – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam organisasi profesi kewartawanan, Pewarta Foto Indonesia (PFI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kota Depok dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menggelar aksi solidaritas doa bersama, di area Depok Open Space (DOS), Jalan Raya Margonda, Kamis (10/9/2026).
Doa bersama tersebut dilakukan untuk memohon kepada Tuhan YME demi keselamatan lima jurnalis yang hingga kini masih dalam proses pencarian di Perairan Selat Sunda Kelapa, menyusul hilangnya kontak saat tengah menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda, Banten.
Selain itu, dalam aksi solidaritas tersebut turut juga dihadiri Kapolres Metro Depok dan unsur Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok. Mereka bersama-sama ikut mendoakan keselamatan lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian tim SAR.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol,Christian Rony Putra, menyampaikan doa bersama ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus harapan agar kelima jurnalis segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Mereka hilang dalam gelap. Seperti diketahui bersama, terjadi musibah pada 27 Agustus 2026, ada erupsi Gunung Anak Krakatau sehingga dampaknya menyebabkan semburan abu vulkanik ke beberapa wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Jawa,” ujar Christian kepada awak media.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo dalam keterangan resminya menyatakan dalam pencarian hari ke-3, atas nama PFI menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada Tim SAR Gabungan terhadap kerja keras dan dedikasi luar biasa dalam melakukan pencarian lima orang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Menjelang hari-hari krusial pencarian, PFI berharap tim di lapangan juga dapat menyisir ke area daratan di sekitar lokasi kejadian. Dwi Pambudo juga menyampaikan pihaknya meminta Tim SAR untuk mencari dan memeriksa kemungkinan-kemungkinan para penyintas (survivor) terdampar di salah satu pulau di kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), seperti Pulau Sertung dan Pulau Panjang.
Dwi Pambudo pun menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendukung upaya penyelamatan ini. Dia juga mengapresiasi sinergi cepat yang ditunjukkan oleh semua unsur SAR yang terlibat.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas segala upaya dan kerja keras yang telah dikerahkan oleh Tim SAR gabungan demi menemukan rekan-rekan kami. Kami sangat berharap fokus pencarian juga bisa maksimalkan untuk menyisir ke pulau-pulau kecil di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Semoga ada titik terang dari sana,” ujar Dido yang akrab disapa.
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kota Depok, Iyung Rizki menambahkan, menurutnya kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan moral dari para jurnalis di Kota Depok kepada rekan-rekan se profesi yang sedang menghadapi situasi darurat.
“Hari ini teman-teman jurnalis yang bertugas di Kota Depok ikut memberikan support kepada teman-teman kita yang masih hilang kontak di Selat Sunda. Ada dari PWI Kota Depok, IJTI, PFI dan unsur lainnya,” ujar Iyung.
Dia berharap kelima jurnalis, termasuk kru kapal dan awak kapal yang turut berada dalam rombongan, dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kita berharap teman-teman kita selamat, termasuk kru dan ABK kapal serta kaptennya. Semoga semuanya ditemukan dalam keadaan selamat, tanpa kurang satu apa pun,” kata dia.
Dirinya juga mengajak seluruh insan pers untuk mendoakan tim TNI, Polri dan Basarnas yang saat ini masih terus berjibaku melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.
“Kita juga berdoa agar unsur TNI, Polri dan Basarnas yang berjibaku dalam pencarian diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas. Apalagi mereka juga harus mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan atau hal-hal lain yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah menyampaikan bahwa doa bersama tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar spiritual dari keluarga besar pers di Kota Depok.
Menurutnya, para jurnalis yang hilang kontak tersebut sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk berusaha mendapatkan informasi dan akan menyampaikannya kepada masyarakat.
“Kami hadir di sini, untuk menyampaikan rasa empati kepada rekan-rekan jurnalistik yang telah hilang kontak semenjak 7 September 2026 saat bertugas meliput Gunung Anak Krakatau. Sampai saat ini mereka belum ditemukan,” kata dia.
Dirinya pun berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi kekuatan bagi keluarga para jurnalis yang masih menunggu kabar serta memberikan keselamatan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Kami berdoa semoga Allah SWT senantiasa mengabulkan permohonan kita dan memberikan keselamatan bagi mereka,” katanya.
Sebagaimana diketahui, identitas kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak tersebut masing-masing bernama Muhammad Bagus Khoirunas (Pewarta Foto Antara), Arie Basuki (Pewarta Foto Merdeka), Yudhistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews), Daus (Pewarta Foto Anadolu Agency), dan Donal (freelance).
Diketahui mereka beserta rombongan dilaporkan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan kapal speed boat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kontak terakhir dengan tim liputan dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan tidak lagi dapat dilakukan sehingga memicu upaya pencarian dan penyelamatan.
Para jurnalis Depok dan lainnya berharap operasi pencarian membuahkan hasil dan kelima rekan mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat, sehat, serta dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan rekan-rekan se profesinya.
Doa dan harapan terus dipanjatkan semoga Allah SWT melindungi mereka dan memberikan keselamatan kepada seluruh tim yang tengah berjibaku dalam operasi pencarian di Selat Sunda. (Risky)



