Proyek Air Terjun Senilai Rp50 Miliar Milik Disporbudpar Disoal

Redaktur author photo


INIJABAR.COM, Indramayu- Proyek pembangunan pembuatan tebing air terjun di Bojongsari, Kabupaten Indramayu oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) dikerjakan secara bertahap dari tahun 2016 sampai 2018 ini masih dikerjakan dalam tahap lanjutan.

Pekerjaan pertama dimulai dengan nilai anggaran Rp 4.949.820.000,00, Pekerjaan lanjutan tahun 2017 terbagi menjadi dua Paket pekerjaan dengan total anggaran Rp. 9.063.900. 000 00, paket ke tiga dengan nilai Rp. 9.778.900,000,00 dan ke empat di tahun 2018 pekerjaan tersebut menelan angaran Rp. 14.789.550.000,00.

dari hasil pantauan, Ke empat paket pekerjaan dimenangkan oleh satu perusahaan PT. RIZKY DAYA CIPTA yang beralamat di jalan Suka Asri No 25 RT 007 RW 005, Bandung, Jawa Barat dan telah memakan waktu hampir 3 tahun dengan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp. 40 miliar.

Namun, pekerjaan pembangunan air terjun ini menuai pertanyaan bagi beberapa tokoh masyarakat setempat, pasalnya para pekerja ketika dimintai keterangan hanya menjawab bahwa pekerjaan tersebut bukan milik pemerintah.

Ditempat terpisah Ketua DPD TOPAN RI kabupaten Indramayu, Dedi Harsono angkat bicara banyak yang menyangka proyek pekerjaan tersebut bukan proyek pemerintah.

"Coba kita lihat pekerjaannya di lakukan secara tertutup, dan tertulis "DILARANG MASUK"seolah tidak mau di ketahui publik, hal ini di buktikan pemasangan papan informasi publik pekerjaan di letakkan berada di dalam bangunan proyek" ucapnya.Jumat (3/08/2018)

"kenapa tidak ditaruh di luar bangunan yang sedang di kerjakan supaya masyarakat bisa mengetahui identitas pekerjaan tersebut? lalu apakah di perboleh satu perusahaan penyedia jasa memenangkan sampai empat kali lelang tender proyek berturut - turut?"  tanyanya.

Sebelumnya, Odang Kusmayadi, kepala dinas budaya dan pariwisata, Saat ditemui diruangannya pada Rabu (25/07/2018) mengatakan bahwa pembangunan air terjun itu sangat luar biasa pemborongnya sudah dibilang nasional karna sudah terbiasa buat wisata seperti di Garut, konsultannya juga keluaran ITB semua  tebing buatan terinspirasi dari Garden By The Bay yang ada di Singapura.

"Pembangunannya terinspirasi oleh bangunan garden by the bay yang ada di Singapura, tetapi tidak 100% persis dengan garden by the bay." Katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa bangunan tersebut bukan hanya air terjun buatan biasa, karena dalam bangunan 5 lantai tersebut ada wahana dan area hiburan lainnya.

"Nanti di tiap-tiap lantai ada wahana bermain anak, mono rel, SPA, family karaoke, tempat untuk menjual produk hasil olahan Indramayu baik kuliner maupun kerajinan tangan. Selain itu, di bagian luar juga ada outbond berupa flying fox." Jelas Odang.

Sementara itu, dihari yang sama Ella Nurlaela Sari selaku kepala bidang pariwisata DISBUDPAR Indramayu berharap agar wisata buatan air terjun tebing buatan dapat memenuhi hasrat rekreasi masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Indramayu.

"Semoga dengan dibangunnya wisata buatan yang baru, masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk berekreasi." Tuturnya.

Masih menurut Ella, wisata Air Terjun Tebing Buatan yang sudah menghabiskan anggara daerah Indramayu sebesar 35 Milyar Rupiah ini masih belum rampung.

 "Kalau sampai selesainya bangunan ini, perkiraan  anggaran daerah Indramayu yang terpakai sekitar 50 Milyar rupiah, dan rencananya akan di launching pada awal tahun 2019 mendatang." Tutupnya.(Sai)
Share:
Komentar

Berita Terkini