![]() |
| Proses pengantaran jenazah korban ke kediamannya. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Kabar duka menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut di depan Alfamart Jalan P. Kalimantan Raya, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi Selasa (12/5/2026).
S (41), pedagang tahu crispy yang sebelumnya dikabarkan kritis usai ditabrak mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aren Jaya, dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.25.
Korban mengembuskan napas terakhir, setelah menjalani perawatan darurat di RS Siloam Bekasi Timur, akibat luka berat di bagian kepala.
Tetangga korban, Fahrul, mengonfirmasi bahwa kabar meninggalnya pria yang akrab disapa Oi tersebut, telah diumumkan secara resmi melalui masjid setempat di lingkungan tempat tinggal korban.
"Informasi meninggalnya kami terima sekitar pukul 14.25 WIB. Tadi juga sudah langsung kami umumkan melalui masjid sekitar 20 menit yang lalu," ujar Fahrul saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Jenazah korban diberangkatkan dari rumah sakit menggunakan ambulans, dan tiba di rumah duka yang beralamat di Jalan Aren Jaya 3, RT 007/RW 002, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, sekitar pukul 16.00 WIB.
"Ambulans baru saja sampai ini jam 4 sore, jenazah sedang dibawa masuk ke dalam rumah untuk dirapikan oleh pihak keluarga," ungkap Fahrul.
Kepergian S meninggalkan duka mendalam, terutama bagi istri dan seorang anaknya yang masih balita. Fahrul menyebutkan, korban yang kini diketahui berusia 41 tahun tersebut memiliki seorang anak tunggal.
"Anaknya baru satu, masih kecil sekali usianya sekitar 3 atau 4 tahun. Kasihan masih kecil sudah ditinggal," jelasnya.
Terkait komunikasi dengan pihak pengelola mobil operasional SPPG, Fahrul meyakini bahwa keluarga yang berada di rumah sakit, sudah memberikan informasi kepada pihak instansi terkait mengenai wafatnya korban.
Hal ini sejalan dengan komitmen penanggung jawab unit dapur gizi tersebut, yang sebelumnya berjanji akan menanggung seluruh konsekuensi dari insiden yang terjadi.
Sebelumnya, mobil operasional milik Badan Gizi Nasional tersebut mengalami kecelakaan tunggal dan menghantam dua lapak dagangan pada Selasa siang. Insiden yang diduga akibat kehilangan kendali itu menyebabkan total empat orang luka-luka, namun S menjadi korban dengan dampak paling fatal.
Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami pemeriksaan terhadap sopir kendaraan operasional tersebut, untuk menentukan status hukum lebih lanjut menyusul kabar meninggalnya salah satu korban. (Pandu)



