Breaking News

BPKAD Sebut Dampak Defisit Anggaran Pemkot Bekasi Honor TKK 1 Trilyun Belum Dibayar


INIJABAR.COM, Kota Bekasi - Hingga  bulan September 2018, Pemerintah Kota Bekasi dikabarkan mengalami defisit anggaran sebesar Rp 900 miliar, sehingga banyak kegiatan atau proyek yang telah direncanakan tidak berjalan atau terealisasi.

Selain itu, dampak defisit anggaran juga dirasakan oleh beberapa kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan namun sampai saat ini belum juga dibayarkan.

Bahkan, ada kontraktor yang telah menandatangani kontrak dan Surat Perintah Kerja (SPK) tidak mau mengirimkan barang lantaran khawatir tidak dibayar oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Imam Yahdi mengatakan bahwa sampai dengan September 2018 ini sebesar Rp 1 triliun gaji karyawan TKK (Tenaga Kerja Kontrak), PHL (Pekerja Harian Lepas), dan Proyek Pekerjaan belum dibayarkan karena tidak adanya uang.

“Untuk Kontraktor yang belum dibayar Insyaallah dibayarkan di akhir tahun.” ucap Imam Jumat (7/9/2018) usai diwawancara.

Lebih lanjut terang dia, jika Pemerintah Kota Bekasi tidak merekrut TKK secara membludak (10.700 orang) dan membatasi KS (Kartu Sehat) maka Gaji Karyawan TKK, PHL, dan Proyek Pekerjaan yang belum dibayarkan sebesar Rp 1 Triliun dapat terbayarkan.

“Jika KS dan TKK tidak membludak maka pembayaran gaji TKK, PHL, dan proyek pekerjaan yang belum dibayarkan sebesar Rp 1 triliun itu bisa dibayarkan.” tegasnya.

Imam juga menabahkan pengaruh nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap US dollar hingga mencapai Rp 15.000 menyebabkan lesunya perekonomian di Kota Bekasi sehingga berdampak pada penerimaan daerah.

Sementara, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Karya Sukmajaya mengatakan Kota Bekasi saat ini belum bisa dikatakan mengalami defisit anggaran karena masih ada sisa waktu empat bulan untuk mengejar target pendapatan.


Berdasarkan data yang diterima dari Bapenda, target pendapatan daerah Kota Bekasi tahun 2018 sebesar Rp 5.3 triliun, namun penerimaan pendapatan daerah sampai dengan September 2018 baru mencapai sebesar Rp 3.0 Triliun atau 57,54 persen sehingga sisa target yang harus dicapai sampai dengan akhir Bulan Desember sebesar Rp 2.2 triliun.


“Jadi masih terlalu dini jika kondisi keuangan kota bekasi dikatakan mengalami defisit, kami masih terus berupaya untuk mencapai sisa target pendapatan daerah, dan kami optimis dapat mencapai target.” ucap karya.

Tidak ada komentar