Breaking News

Viral DCT Caleg DPR RI Gerindra Dapil Kota Bekasi-Depok Kosong, Ini Kata Nuroji


INIJABAR.COM, Kota Bekasi- Menghilangnya daftar calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI Gerindra dari Dapil Jawa Barat VI yang meliputi Kota Bekasi-Depok mengundang banyak tanda tanya bagi banyak orang. Pasalnya dari 6 Caleg Gerindra yang lolos DCS (Daftar Calon Sementara) semuanya menghilang ketika KPU Pusat mempublikasikan hasil rapat pleno DCT.

Caleg DPR RI Gerindra, H.Nuroji

Namun teka-teki menghilangnya nama-nama caleg DPR RI Gerindra khususnya di Dapil Jabar VI perlahan terjawab sudah.

Caleg DPR RI nomor urut 1, H.Nuroji menceritakan kronologis nya. Saat DCS diumumkan KPU tertulis 6 orang Caleg DPR RI Gerindra Dapil Jabar VI diantaranya, 1. Nuroji  2. Mira Sumirat. 3. Fauzi Baadilah. 4. KH.Mukhlis Effendi. 5. Dr.Marhaban Sigalingging. dan 6. Nina Rozalinda.

"Setelah DCS diumumkan, Ada laporan dari sekelompok masyarakat yang melaporkan Caleg nomor urut 2. Mira Sumirat yang dituding bekerja sebagai salah satu pegawai di sebuah BUMN. Nah laporan tersebut direspon oleh Bawaslu. Dan akhirnya KPU memutuskan bahwa Mira Sumirat tidak memènuhi syarat (TMS)."papar Nuroji. Minggu malam (30/9/2018).

Pria berambut gondrong ini menambahkan, karena Mira Sumirat seorang perempuan. Maka menurut peraturan PKPU, jika kuota perempuan tidak mencapai 30 persen. Pasti semua caleg di Dapil tersebut batal semua.

"Makanya KPU menganggap karena tidak memenuhi kuota perempuan sebesar 30 persen, jadi semua Caleg DPR RI dari Gerindra semuanya dibatalkan oleh KPU. Makanya ketika diumumkan DCT. Caleg Gerindra kosong di Dapil Jabar VI."tutur Nuroji.

Namun demikian kata dia, proses sidang di Bawaslu sudah selesai dan Senin (1/10/2018). KPU akan mengumumkan bahwa Gerindra di Dapil Jabar VI untuk DPR RI bisa ikut Pileg 2019.

"Alhamdulillah, semua sudah selesai dan Senin besok akan diumumkan DCT Caleg DPR RI Gerindra dari Dapil Jabar VI."tandasnya.

Ketika ditanya apakah yang melaporkan Mira Sumirat dari internal Gerindra. Nuroji menyangsikan hal tersebut dilakukan sesama kader.

"Saya sih cuma bilang, itu dilakukan oleh cebong  yang memfitnah salah satu Caleg Gerindra."pungkasnya. (Min)

Tidak ada komentar