|
Menu Close Menu

Wanita Cantik Asal Indramayu Dibunuh Pria Bangladesh di Singapura

Kamis, 03 Januari 2019 | 17.55 WIB
Nurhidayati pekerja migran yang tewas dibunuh pria asal Bangladesh di Singapura.

INIJABAR.COM, Indramayu- Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Jawa Barat yang tewas dibunuh oleh pria warga Bangladesh bernama Ahmed Salim (30) di kamar hotel Golden Dragon, di Geylang, Singapura, pada Minggu 30 Desember 2018, akan segera dibawa ke kampung halamannya paling lambat hari ini, Kamis (3/1/2019).

Wanita cantik itu  bernama Nurhidayati binti Wartono Surata (34), PMI warga Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik, staf Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Melati Sosrowidjojo, membenarkan  terjadi kasus pembunuhan terhadap PMI bernama Nurhidayati.

"Iya benar ada kasus pembunuhan yang menimpa PMI di Singapura, almarhumah bernama Nurhidayati binti Wartono Surata merupakan WNI asal Indramayu," ucap staf Pensosbud KBRI Singapura, Rabu (2/1/2019).

Senada dikatakan staf Pensosbud KBRI Singapura, jenazah almarhumah Nurhidayati rencananya akan dipulangkan ke Indonesia pada Kamis 3 Januari 2019.

"Rencananya besok jenazah almarhumah akan dipulangkan ke Indonesia," pungkasnya.

Berikut keterangan pers KBRI Singapura terkait kasus pembunuhan PMI:

1. Pada tanggal 31 Desember 2018, KBRI Singapura telah menerima informasi dari Kepolisian Singapura terkait WNI meninggal a.n. Nurhidayati Bt Wartono Surata, asal Indramayu, Jawa Barat.
2. Berdasarkan data KBRI, yang bersangkutan tercatat bekerja sebagai PMI dan dari laporan polisi, ybs meninggal dunia akibat dibunuh di sebuah hotel di Geylang, Singapura pada 30 Desember 2018. Polisi juga telah menangkap seorang laki-laki asal Bangladesh yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.
3. KBRI telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kasus tersebut yg saat ini dibawah penanganan Special Investigation Section/Criminal Investigation Department. KBRI juga telah menghubungi agensi, majikan, dan PPTKIS terkait hak-hak dan pemulangan ybs. Staff KBRI juga telah ke Rumah Sakit untuk melihat jenazah.
4. KBRI akan memastikan hak-hak keuangan ybs terpenuhi dan staff KBRI akan mendampingi pemulangan jenazah ke Indramayu pada tanggal 3 Januari 2019.
5. KBRI akan memastikan berjalannya proses hukum yg dilakukan oleh Kepolisian Singapura dengan terus memantau dan mengawal perkembangannya.(Sai)
Bagikan:

Komentar