|
Menu Close Menu

Sejumlah WNI di Malaysia Turun Aksi Damai Desak PSU Ditunda

Sabtu, 27 April 2019 | 20.48 WIB
Sejumlah WNI di Malaysia mendesak PSU ditunda.
inijabar.com, Malaysia- Sejumlah WNI (Warga Negara Indonesia) di Malaysia yang tergabung dalam Koalisi Peduli Pemilu Jurdil menggelar aksi pernyataan sikap di halaman sekitar KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu sore (27/4/2019) waktu setempat.

Mereka menuntut penundaan Pemungutan Suara Ulang atau PSU di Kuala Lumpur. Beberapa waktu lalu, Bawaslu telah menetapkan dilaksanakannya PSU untuk pos di wilayah Kuala Lumpur.

Hal tersebut dilakukan lantaran telah terjadi pelanggaran hukum pencoblosan surat suara oleh pihak yang tidak memiliki hak.

Perwakilan Koalisi Peduli Pemilu Jurdil, Ahmad Abdi Munaji, menilai bahwa Pemilu kali ini banyak terdapat kekurangan yang harus diperbaiki, terutama pekerjaan yang cukup berat dan melelahkan hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

“Kami prihatin atas jalannya pemilu di Kuala Lumpur, khusunya adanya PSU melalui metode pos yang sangat rentan dengan kecurangan, sebagaimana terjadi sebelumnya dalam skandal pemilu di Bangi dan Kajang yang menjadi sorotan dunia.” tuturnya.

Dalam surat pernyataan sikap yang ditandatangani beberapa perwakilan tersebut, Koalisi Peduli Pemilu Jurdil menyatakan 3 poin tuntutan. Pertama, menuntut penyelesaian skandal pencoblosan secara melanggar hukum ini, untuk ditindaklanjuti dan dihukum semua pelaku yang terlibat. Kedua, menunda pelaksanaan PSU sebelum dilakukan perbaikan mendasar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT), sehingga tidak ada lagi pemilih hantu atau pemilih yang bisa disalahgunakan oleh pihak lain.

Ketiga, menunda PSU sehingga seluruh anggota kepanitiaan panitia pemilihan suara luar negeri (KPPSLN) bersih dari unsur nepotisme dan hanya menunjuk panitia KPPSLN yang profesional.

“Ketiga poin tuntutan ini harus dipenuhi sebelum benar-benar diadakan Pemilu ulang lewat pos.” pungkas Ahmad Abdi Munaji.

Rencananya, PSU dengan metode pos itu dilakukan untuk pemilih yang telah terdaftar yang jumlahnya 319.293. Aksi damai bubar setelah penyampaian pernyataan sikap disampaikan oleh pewakilan koalisi di depan awak media yang hadir sekitar pukul 6 sore waktu setempat.

Sementara, Wakil Ketua Relawan Go Prabowo Sandi (GPS), Qadar Ruslan Siregar menegaskan, mendukung aksi para WNI di Malaysia.

Bahkan dirinya akan membantu meneruskan pernyataan sikap para WNI tersebut ke Bawaslu Pusat.

"Kami dukung lah aksi dan sikap kawan-kawan di Malaysia demi tegaknya Pemilu yang jujur dan adil. Dan kami akan bantu untuk meneruskan pernyataan sikap mereka ke Bawaslu RI agar terwujud Pemilu yang jujur dan adil,"tandasnya.(*)
Bagikan:

Komentar

<---PASNG IKLAN--->
<---PASANG IKLAN--->