|
Menu Close Menu

Tokoh Terkemuka Purwakarta KH Abun Bunyamin Tolak Ajakan People Power 

Kamis, 16 Mei 2019 | 12.46 WIB
Pemilik Ponpes Al Muhajirin Purwakarta, KH.Abun Bunyamin.
inijabar.com, Purwakarta - Gelombang penolakan atas aksi People Power terus berdatangan. Kali ini datang dari Pemilik Ponpes Al Muhajirin, Kabupaten Purwakarta selaku Rois Syuriah NU yang menolak aksi pengerahan massa tersebut. Hal itu diungkapkan Rois Syuriah NU Purwakarta DR KH Abun Bunyamin MA.

"Secara demokratis People Power adalah hak masyarakat. Namun, sebaiknya tidak perlu dilakukan," ujar sesepuh MUI Purwakarta ini. 

Dijelaskannya, ada tiga hal yang menjadi pertimbangan.

"Pertama, kita percayakan hasil perhitungan suara kepada KPU sebagai lembaga resmi pemerintah," kata KH Abun.

Kedua, sambungnya, demi menjaga kesucian dan kekhusyukan ibadah di Bulan Ramadan.

"Mari kita menahan hawa nafsu, jaga kekondusifan dan ketenteraman di masyarakat," ujarnya.

Ada pun yang ketiga, kata dia, ekses atau dampak negatif yang terjadi bila People Power terlaksana.

"Secara matematis pengerahan massa akan berpotensi chaos, bahkan hingga jatuhnya korban," kata KH Abun.

Lebih dari itu, kyai kharismatik yang juga menjabat Wakil Ketua Rois Syuriah PWNU Jawa Barat ini menegaskan, aksi people power bahkan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, serta citra Indonesia bisa tercoreng.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kesucian Bulan Ramadan. Kita serahkan kepada Allah Swt dengan menunggu hasil perhitungan KPU. Insya Allah semuanya bisa aman, damai, dan kondusif," ucapnya.(cep)
Bagikan:

Komentar