|
Menu Close Menu

HMI Minta Polisi Tidak Menambah Ketakutan Masyarakat Dengan Isu Anarko

Senin, 13 April 2020 | 19.21 WIB

inijabar.com, Jakarta- Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan Dan Pemuda Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PTKP PB HMI) Akmal Fahmi meminta pihak kepolisian agar tidak menyebarkan informasi yang belum tentu dipastikan kebenaranya ditengah wabah covid 19.

Hal tersebut disampaikannya terkait isu vandalisme yang akan dilakukan kelompok yang disebut Anarko.

“Ditengah penyebaran virus corona (Covid 19) kita meminta agar seluruh pihak bisa memberikan edukasi ataupun informasi yang positif bagi masyarakat,"ujarnya. Senin (13/4/2020).

"Harusnya mereka melakukan koordinasi dan menjaga keselamatan masyarakat adalah hal utama bukan justru sebaliknya memberikan informasi yang memicu keresahan baru dimasyarakat,"sambung Akmal.

Dia meragukan pernyataan Kapolda Metro Jaya terkait potensi munculnya gerakan Anarko yang akan melakukan aksi vandalisme pada tanggal 18 April 2020. Pasalnya pernyataan tersebut dinilai meresahkan masyarakat.

“Justru kita mendukung pihak kepolisian agar bisa menjaga kondusifitas masyarakat ditengah menyebaran covid 19. Pihak kepolisian sudah mengumumkan selama wabah covid ini tingkat kejahatan dan kriminalisasi mengalami penurunan yang sangat baik, baik di DKI ataupun di beberapa wilayah lainnya,"tuturnya.

Pihaknya juga khawatir, pernyataan itu akan memunculka  rasa kepanikan baru di tengah-tengah masyarakat yang sekarang ini sedang dalam konsentrasi menghadapi bencana Covid-19.

"Jika pun informasi tersebut benar, tinggal pihak penegak hukum bergegas melakukan penindakan dengan cepat tanpa perlu memberi informasi terkesan sangat menakutkan sehingga membuat masyarakat semakin tambah panik”, Harapnya.

Seperti diberitakan, kepolisian baru saja merilis informasi berdasarkan penangkapan beberapa pelaku yang mencoret tembok dengan kata-kata provokatif di wilayah Tangerang yang dalam hasil pemeriksaan terhadap munculnya kelompok bernama Anarco sindikalis tersebut, disinyalir akan melakukan aksi vandalisme bersama-sama, di kota-kota besar pada 18 April 2020 mendatang.(*)
Bagikan:

Komentar