|
Menu Close Menu

Ketum GPI Minta Jokowi Dan Luhut Tak Asal Bicara Soal Pengunduran Libur Lebaran

Senin, 06 April 2020 | 11.58 WIB

inijabar.com, Jakarta - Ketua Umum Gerakan Pelajar Indonesia Husnul Jamil menolak penggeseran libur Nasional Idul Fitri 2020 M/1441 H ke akhir tahun. Wacana itu disampaikan oleh Menteri Koodrinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Wacana itu muncul untuk mencegah penyebaran virus Corona COVID-19 yang semakin meluas di seluruh kabupaten kota yang ada di indonesia, data terakhir Update Kasus Corona di Indonesia mencapai 2.092 Positif, 191 Meninggal, 150 Sembuh.

"Saya melihat untuk mudik ini dalam rangka menenangkan masyarakat, mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya, ini mungkin bisa dibicarakan," kata Jokowi waktu itu.

Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan fasilitas dan infrastruktur khusus mudik pada hari pengganti itu, sebagaimana yang biasa dilaksanakan semasa mudik lebaran.

Husnul Jamil dalam siaran persnya pada Senin (6/4/2020) mengatakan, wacana Presiden Jokowi dan Menteri Luhut Binsar Panjaitan adalah keliru, karena ketetapan Idul Fitri yang merupakan Hari raya ummat Islam telah mutlak jatuh pada bulan syawal dan puasa di bulan ramadhan, hal tersebut tidak bisa di ganggu gugat.

Karena ibadah bulan suci ramadhan dan idul fitri sudah menjadi bagian dari pada aqidah ummat islam.

Lanjut Husnul, Tidak mungkin di bulan Jumadil-Ula (akhir tahun) libur Idul Fitri dilaksanakan, karena pada bulan tersebut sudah masuk tahun 1442 H.

Sedangkan kita melaksanakan hari kemenangan tersebut di bulan syawal pada tahun 1441 H. Biarkan saja ummat nasrani melaksanakan hari raya natal nya di bulan desember.

"Ummat islam tetap berpuasa di bulan ramadhan dan idul fitri di bulan syawal. Seharusnya pemerintah dalam hal ini jangan asal bicara soal aqidah ummat islam, harus melibatkan para habib dan ulama supaya tidak terjadi kekeliruan di kemudian hari,"tutup Husnul Jamil Ketua Umum Gerakan Pelajar Indonesia.(*)
Bagikan:

Komentar