|
Menu Close Menu

Puskesmas Margadadi Optimalkan Mitigasi Penanganan Virus Corona

Sabtu, 04 April 2020 | 21.36 WIB

inijabar.com,Indramayu- - Tak hanya rumah sakit, namun puskesmas juga sebagai wadah pelayanan dasar kesehatan di lapisan terbawah juga turut dioptimalkan sebagai upaya mitigasi dan pencegahan virus corona.

Kepala Puskesmas Margadadi Turmudi mengatakan, dalam menghadapi kasus pandemi Virus Corona (Covid-19), Puskesmas Margadadi sudah melakukan beberapa langkah mitigasi yaitu tindakan pencegahan.

Beberapa kegiatan telah dilaksanakan mulai dari promosi kesehatan melakukan kegiatan sosialisasi atau penyuluhan tentang Covid-19 ke seluruh lapisan masyarakat baik yang berkunjung ke puskesmas maupun di masyarakat.

Sosialisai dilakukan termasuk melakukan sosialisasi keliling menggunakan mobil menyasar para pengguna jalan, pasar maupun perkantoran.

"Materi sosialisasi disiapkan berupa brosur, lewat media sosial dan juga membuat materi dengan audio visual,"ucapnya. Sabtu (4/4/2020).

Selain itu Puskesmas menyiapkan Tim Gerak Cepat Covid-19 yang berisikan dokter umum, perawat, bidan dan tenaga surveilans yang bertanggung jawab di tiap-tiap desa dan kelurahan.

Tim ini akan bergerak penanganan langsung ke masyarakat, sarana dan prasarana pendukung juga disiapkan, khususnya Alat Pelindung Diri (APD).

Termasuk penataan alur pelayanan rawat jalan puskesmas. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kontak pasien tersebut dengan pasien lainnya di puskesmas dengan menyiapkan alur penanganan Covid-19 di puskesmas dan menyiapkan bila ditemukan pasien yang memiliki gejala menyerupai virus corona maka beberapa hal akan menjadi perhatian serius pihak Puskesmas.

Begitu juga pemantauan terhadap waga yang baru datang dari luar negeri atau kota daerah lain. Apakah pernah berkunjung ke negara atau kota terjangkit Covid-19? dan atau apakah pernah kontak erat dengan kasus yang terkonfirmasi.

Mereka akan dilakukan pemantauan selama 14 hari, kalau selama pemantauan tidak di temukan gejala demam, batuk pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas dan diare maka mereka tergolong OTG (Orang Tanpa Gejala).

Namun jika ditemukan gejala-gejala seperti di atas maka termasuk kriteria ODP (Orang Dalam Pemantauan), pemantauan kasus di masyarakat (surveilans) kepada semua masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai kasus pemantauan, dengan selalau berkoordinasi dengan Satgas di tingkat Kabupaten, RS rujukan jika dibutuhkan penanganan lebih lanjut. (Sai)
Bagikan:

Komentar