Polemik Lahan, Akhirnya Gapura Masuk Hutan Bambu Dimundurkan 20 Meter inijabar.com
|
Menu Close Menu

Polemik Lahan, Akhirnya Gapura Masuk Hutan Bambu Dimundurkan 20 Meter

Senin, 20 Juli 2020 | 07.46 WIB

inijabar.com, Kota Bekasi- Merasa surat somasi nya tidak direspon oleh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Pemkot Bekasi selama 3 x 24 jam.
Gapura pintu masuk wisata hutan bambu kota Bekasi sudah dibongkar.
Akhirnya pihak pengelola lahan wisata hutan bambu kota Belasi disaksikan ketua RW 26 Margahayu, membongkar gapura pintu masuk lokasi tersebut pada Minggu malam (19/7/2020). Dan memundurkan sejauh 20 meter ke dalam mendekat ke jembatan gantung yang juga baru selesai dibangun.

Sekedar diketahui, H. Hambali sebagai pemilik lahan sebagian besar dijadikan kawasan Hutan Bambu Kota Bekasi yang berlokasi di RW 26 Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur.

Sejak dibangun Hutan Bambu Kota Bekasi pihak keluarga pemilik lahan tidak pernah diajak bicara tentang pengelolaan lokasi tersebut. Bahkan ironisnya tidak ada kompensasi apapun terhadap keluarga H.Hambali.

Somasi dari pihak keluarga H.Hambali ke Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi Zarkasih, berisi tuntutan agar Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi mencabut SK (surat keputusan) pengelolaan wisata hutan bambu kepada saudara Duddy yang dinilai tidak punya dasar hukum.

"Kepala Dinas Pariwisata Kota Bekasi harus bertanggung jawab. Dengan adanya SK tersebut, kami nilai pak Kadis Pariwisata sudah melakukan penyerobotan lahan kami,"ucap Siti Fatimah dalah satu anak H.Hambali.(*)

Bagikan:

Komentar