|
Menu Close Menu

Nofel Saleh Hilabi Bicara Polemik Hingga Solusi Tentang DPD Golkar Kota Bekasi

Senin, 24 Agustus 2020 | 17.10 WIB


inijabar.com, Kota Bekasi- Nofel Saleh Hilabi, Pengusaha yang merupakan kandidat bakal Calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi menjelaskan, polemik di partai Golkar Kota Bekasi timbul di masa lalu saat menjelang Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang tidak pernah diselesaikan. 


Mungkin hal itu terjadi karena komitmen-komitmen yang sudah dijanjikan terabaikan atau mungkin karena kelupaan atau juga mungkin dilupakan. 


"Jadi ini akhirnya menjadi dampak besar bagi Partai Golkar Kota Bekasi. Makanya, penundaan Musda menurut saya adalah bukti bahwa DPP Partai Golkar ingin bersih-bersih dari hal-hal yang kiranya merugikan Partai Golkar Kota Bekasi seperti embel-embel yang lama," paparnya.


Karena embel-embel yang lama ini, kata Nofel, membawa dampak terhadap sekarang yang kurang baik karena rumah Golkar yang menjadi naungan selama ini tidak jelas dan tidak memiliki kepastian.


"Sehingga, dari penundaan ini harus menjadi momentum untuk sadar diri dan mengarahkan ke periode masa lalu untuk bersikap legowo, karena melihat persoalan yang cukup lama dari 2004 sampai dengan saat ini tahun 2020 belum juga selesai," paparnya. 


"Ini semua menjadi Pekerjaan Rumah (PR) saya dan kedepannya adalah saya akan melakukan komunikasi dengan internal Partai Golkar dan insya Allah bisa mencari solusi dalam persoalan ini dan Alhamdulillah saat ini saya sudah mendapatkan titik temu dalam persoalan ini,"


""Jika saya terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi saya akan segera menyelesaikan dan menetapkan kantor DPD Partai Golkar Kota Bekasi tetap ditempat yang sama dan tidak akan pindah kemana-mana," uujarnya.  


Terkait adanya aksi saling lapor-melapor antara bakal Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi menurut Novel akan mengambil langkah yang baik. 


"Partai Golkar itu satu dan Partai Golkar itu melambangkan persatuan dan kita mengamalkan Pancasila yang mengedepankan persatuan dan kesatuan. Yang jelas perbedaan pendapat adalah hal yang wajar didalam internal Partai Golkar, tetapi pada saat Ketua DPD Partai Golkar itu sudah terpilih siapapun pemimpinnya harus bersatu dan harus legowo dan harus bisa mengakomodir semua kepentingan tanpa terkecuali," tegasnya. 


Novel pun berharap Partai Golkar tidak boleh pecah, Golkar harus bersatu, bersama kita bisa, kalau kita mau besar kita harus bersama bergandengan tangan tidak ada kubu-kubuan didalam Partai Golkar yang ada adalah Partai Golkar milik kita semua. 


"Jadi kita harus bersatu untuk membesarkan Partai Golkar demi Partai Golkar menang karena kita akan dihadapi dengan adanya Pilkada, Pileg dan Pilpres yang mana Partai Golkar Insya Allloh harus bisa memenangkan Pilpres dan menjadikan Ketua Umum Erlangga Hartato menjadi Presiden di tahun 2024,"papar Nofel.


Dan itu, sambung dia,  golnya Partai Golkar khususnya Kota Bekasi akan menjadi garda terdepan dan mendulang suara terbesar untuk memenangkan Partai Golkar dan juga Presiden Erlangga Hartato di tahun 2024.(*)


 

Bagikan:

Komentar