Tradisi Kuras Balong di Haul Unjungan Buyut Tambi Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan inijabar.com
|
Menu Close Menu

Tradisi Kuras Balong di Haul Unjungan Buyut Tambi Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan

Sabtu, 26 September 2020 | 16.38 WIB


inijabar.com, Indramayu – Ribuan Masyarakat antusias ikut meriahkan Haul Unjungan makam Kramat mbah Buyut Tambi yang terletak di Desa Tambi Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa Barat yang sedang dilaksanakan karena merupakan salah satu makam kramat terkenal di tanah jawa,


Dalam gelaran adat budaya tersebut juga tetap memperhatikan protokol kesehatan. Masyarakat terlihat memakai masker. Lokasi ini satu-satunya situs peninggalan nenek moyang yang ada desa Tambi Kidul, Kecamatan Sliyeg.


Di makam ini setiap tahunnya, selama empat hari bahkan satu minggu berturut-turut masyarakat mengadakan Haul Unjungan. Bukan hanya haul saja, tapi yang lebih heboh dan menarik ada hiburan untuk masyarakat sekitar


Tradisi menguras balong (empang) di haul makam kramat Mbah Buyut Tambi, Sliyeg, Indramayu.


Menurut Dedi saat ditemui Inijabar.com menjelaksan, setiap tahun diadakan acara pengurasan air balong. Air balong ini menurut dia, konon jika air di dalam balong tersebut di kuras maka akan terjadinya turun hujan walau cuaca musim kemarau.


“Loh memang benar mas, dari jaman keturunan nenek moyang Mbah Buyut Tambi setiap tahunnya diadakan mremul unjungan atau biasa disebut haul, yang pada intinya melakukan pengurasan air balong yang di keramatkan,” ujar Sujai (26/09/2020)


Dalam upacara ini seluruh keturunan anak cucu Mbah Buyut Tambi bahu membahu melakukan tawuh banyu (istilah bahasa jawa), selama dua hari Jumat dan Sabtu.


Situs makam Keramat Mbah Buyut Tambi inipun ramai, dari jaman dulu banyak dikunjungi para pejiarah dari seluruh penjuru Indonesia.


Banyak masyarakat berpendapat, konon katanya ada kaitanya dengan sejarah Wali Songo. Tak jarang pula banyak pejiarah yang melakukan tapa brata ( bersemedi ) beberapa hari.


“Banyak juga pejiarah yang melakukan semedi, upaya mendapatkan karomah atau petunjuk,” kata Dedi yang juga sebagai kuncen makam kramat ini. (Sai)

Bagikan:

Komentar