Aksi Tolak Omnibuslaw, 5 Mahasiswa Luka-luka Sebut Aparat Keamanan Represif inijabar.com
|
Menu Close Menu

Aksi Tolak Omnibuslaw, 5 Mahasiswa Luka-luka Sebut Aparat Keamanan Represif

Kamis, 08 Oktober 2020 | 12.35 WIB



inijabar.com, Kabupaten Bekasi- Sebanyak lima mahasiswa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah pasca bentrok dengan aparat kepolisian di pintu 1 Kawasan Industri Jababeka, Kabupaten Bekasi, Rabu (7/10/2020). Sementara banyak mahasiswa lain yang mengalami luka ringan dan telah pulang.


Jendral Lapangan Aksi Mahasiswa Bekasi, Firman Setiaji mengatakan, rekan mahasiswanya itu telah di rawat di dua rumah sakit. Kini, para korban telah mendapatkan perawatan intensif.


"Yang di Rumah Sakit Sentra Medika ada 3, namanya Roy Lino, Novita, dan Nur Sodik. Sementara di Rumah Sakit Harapan Keluarga ada dua mahasiswa yaitu, Nasrul dan Amir," kata Firman. Kamis (8/10/2020).


Firman mengungkapkan, sejatinya korban yang berjatuhan dalam bentrokan tersebut bisa mencapai belasan orang. Namun, sebagian mereka hanya mengalami luka-luka ringan dan telah pulang ke kediamannya.


"Saya sendiri luka di bagian tangan dan dada,"katanya. 


"Di titik aksi itu ada 300 peserta dari mahasiswa. Namun di lokasi (bentrokan) peserta aksi mahasiswa bertambah kurang lebih mencapai 1.000 orang," ujarnya.


Firman sendiri tidak mengetahui mahasiswa yang bergabung berasal dari mana saja. Namun, yang jelas ada juga sebagian buruh yang ikut dalam aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja.


Mahasiswa melakukan aksi itu pun terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga. Hingga ricuh dan bentrok antar mahasiswa dan polisi pecah.


"Menurut saya awalnya memang (tindakan) polisi lebih represif. Saat terjadi dorong-dorong itu mereka (polisi) langsung menembakan gas air mata. Padahal, kan bisa sebagai (peringatan) alternatif itu water canon,"ucapnya.


Saat ini, para mahasiswa masih melakukan perundingan sebagai upaya tindak lanjut dari peristiwa bentrokan tersebut. Mereka mempunyai beberapa opsi yaitu dengan membuat pernyataan nota protes kepada polisi dan pernyataan secara tertulis mahasiswa di media. 


"Dan yang pasti saya dan kawan-kawan aksi akan mengusut dan mengawal tindakan oknum kepolisian ini sampai tuntas," tutup Firman.(mam)

Bagikan:

Komentar