Kucurkan CSR, BBWM Bagikan Mesin Jahit Pada Warga Babelan inijabar.com
|
Menu Close Menu

Kucurkan CSR, BBWM Bagikan Mesin Jahit Pada Warga Babelan

Rabu, 07 Oktober 2020 | 11.59 WIB


inijabar.com, Kabupaten Bekasi -PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) kembali menunjukkan Kepeduliannya kepada masyarakat di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kali ini, melalui program berkelanjutan Corporate Social Responsibility (CSR) PT BBWM membantu memulihkan perekonomian masyarakat desa dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19.



CSR yang diberikan adalah satu unit mesin jahit untuk masing-masing desa yang berdekatan dengan kilang gas perusahaan daerah itu, yakni Desa Kedungjaya, Desa Kedungpengawas, dan Desa Bunibakti, Jumat (2/10/2020) lalu.


Kades Kedungjaya, Ahmad Nurman, mengaku mesin jahit memang dibutuhkan oleh masyarakatnya. Alat itu dapat dimanfaatkan untuk membuat masker.


"Dengan adanya bantuan ini masyarakat kami jadi terbantu ekonominya sebagai bentuk pendapatan tambahan. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat kita sangat membutuhkan dukungan seperti ini. Saya juga berterima kasih banyak atas kepedulian PT BBWM terhadap masyarakat saya," katanya.


Ke depan, Nurman berharap, BBWM dapat lebih baik lagi dan lebih perhatian kepada warga desa, terutama Kedungjaya, tempat kilang gas itu berada.


"Harus lebih perhatian lagi, terutama yang punya wilayah di sini," kata dia.


Sementara itu, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedungjaya, Masduki, menjelaskan mesin jahit memang salah satu alat yang dibutuhkan untuk memproduksi tiga komoditas produksi warga.


Pihaknya memberdayakan warga yang terdiri dari korban PHK dan lainnya, untuk memproduksi majun lap, kain pel, dan masker.


"Kita kejar itu karena salah satu kendalanya, mereka kekurangan mesin, tenaga ada. Kita bergerak lebih cepat lagi untuk masyarakat, yang ke ranah situnya bisa langsung mengerjakan," kata dia.


Dalam sehari, warga dapat memproduksi 30 sampai 50 kilogram kain majun. Dengan alat pemberian PT BBWM, dia berharap produksi meningkat.


"Alat untuk menambah percepatan produksi. Kita udah pernah suplai ke BBWM dan Pertamina. Untuk di luar Kedungjaya juga ada," kata dia.


Salah satu kendala yang dialami pihaknya adalah kerap kehabisan bahan baku pembuatan barang itu. Dia berharap ke depannya BBWM dapat menambah dan menyuplai bahan bakunya.


"Mudah-mudahan bisa mensejahterakan masyrakat," tutup dia.


Direktur Utama PT BBWM, Prananto Sukodjatmoko, mengaku pemberian alat tersebut supaya warga dapat memproduksi komoditas yang diperlukan seperti masker.


"Terus tadi juga ada pesanan kain majun. Boleh juga kita support, mesinnya juga butuh berapa lagi nanti kita tambah. Saya juga minta bantuan dari teman-teman agar komunikasi sama desa," katanya.


Sehingga, pihak BBWM dapat mengetahui berapa mesin yang dibutuhkan dan apa saja yang dibutuhkan, supaya kebutuhan warga dapat terpenuhi.


"Nanti saya tunggu proposal lagi dari desa. Ini harus terlaksana dengan lancar. Momen ini jangan berhenti sampai di sini, harus terus berkelanjutan," ucapnya.


"Selama  ini kita miskomunikasi, hari ini kita mulai terus komunikasi ke depannya," sambung dia.


Dengan komunikasi intens, pihaknya dapat mengetahui kebutuhan warga untuk program peningkatan kesejahteraan.


Selain itu, dia juga dapat menyalurkan CSR secara tepat guna sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa.


Ditambahkannya, bantuan yang merupakan realisasi program CSR atau tanggung jawab sosial ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ini sekaligus untuk mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi masyarakat.


"Kami akan berupaya semaksimal mungkin membantu masyarakat, terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Selain terus membantu penanganan dalam mencegah penularan Covid-19, kami juga burupaya membantu penanganan dampaknya, termasuk terhadap perekonomian masyarakat," ujarnya.


Untuk membantu agar perekonomian masyarakat tidak semakin terpuruk, PT BBWM akan terus mendorong kembali bergeraknya ekonomi kerakyatan. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yakni pelaku usaha kecil harus didukung agar mereka kembali berproduksi sehingga secara perlahan bisa membantu pemulihan ekonomi. ***

Bagikan:

Komentar