Mencegah Penolakan Dalam Penanganan Jenazah Terpapar Covid Bupati Cirebon Minta Libatkan MUI inijabar.com
|
Menu Close Menu

Mencegah Penolakan Dalam Penanganan Jenazah Terpapar Covid Bupati Cirebon Minta Libatkan MUI

Senin, 05 Oktober 2020 | 21.33 WIB


inijabar.com, Kabupaten Cirebon- Bupati Cirebon H. Imron cukup prihatin adanya konflik dengan masyarakat terkait proses penguburan jenazah yang terkonfirmasi Covid-19. Untuk mengantisipasi hal tersebut terulang, Imron meminta kepada pihak rumah sakit untuk melibatkan aparat dan MUI dalam proses pengurusan jenazah Covid-19.


Imron mengaku mendapatkan informasi adanya penolakan terhadap petugas yang membawa jenazah pasien Covid-19 di salah satu wilayah di Kabupaten Cirebon. Seharusnya ujar Imron, pihak rumah sakit berkoordinasi dengan gugus tugas, untuk meminta bantuan kepada pihak kepolisian atau dari TNI.


"Sehingga nantinya bisa dilakukan pengawalan," kata Imron, Senin (5/10/2020). 


Menanggapi adanya informasi proses pengurusan jenazah yang tidak sesuai dengan ajaran agama, Imron juga meminta rumah sakit untuk bisa menggandeng pihak yang faham mengenai aturan tersebut. Ia mencontohkan, bahwa pihak rumah sakit bisa menggandeng MUI atau lembaga lainnya yang faham terkait tata cara pengurusan jenzah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.


Jika dalam proses pemrosesan jenazah tersebut melibatkan pihak yang kompeten dalam pengurusan jenazah sesuai aturan agama, nantinya akan membuat masyarakat menjadi tenang dan yakin. Sehingga kedepannya, tidak ada lagi kasus yang dipermasalahkan oleh masyarakat, terkait tata cara pengurusan jenazah Covid-19.


"Kalau ada yang kompeten dalam hal pengurusan jenazah sesuai agama bisa dilibatkan, akan membuat ketenangan kepada keluarga pasien Covid-19 yang meninggal," ujar Imron.


Imron juga meminta kepada masyarakat, untuk bisa menyaring informasi yang beredar di media sosial. Karena menurutnya, banyak juga informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Banyak informasi bohong yang beredar di masyarakat, cukup berdampak juga terhadap penanganan Covid-19.


Mantan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Cirbeon ini mengakui, bahwa jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Cirebon saat ini terus meningkat. Namun hal tersebut juga, merupakan efek tingginya jumlah warga yang dilakukan swab oleh Pemkab Cirebon. 


"Karena adanya Covid-19 ini, bukan hanya memberikan dampak kesehatan kepada masyarakat saja, tapi juga berdampak pada ekonomi juga," ujar Imron. (Fii)

Bagikan:

Komentar