Wagub Jabar Hadiri Panen Raya di Kabupaten Cirebon inijabar.com
|
Menu Close Menu

Wagub Jabar Hadiri Panen Raya di Kabupaten Cirebon

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 17.18 WIB

 



inijabar.com, Kabupaten Cirebon- Wakil Gubernur Jawa Barat  Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Panen Raya Padi di Desa Guwa Lor, Kabupaten Cirebon, Sabtu (10/10/2020). 


Uu mengatakan, Panen Raya Padi merupakan bentuk syukur petani atas hasil panen setelah melewati sejumlah proses. Mulai dari menanam padi sampai memanen hasilnya. 


"Setelah berjuang dari mulai menanam. Kemudian mengurus air, mengurus pupuk, dan lain sebagainya, hingga dipanen. Ini merupakan anugerah dari Allah SWT," ujar Uu. 


Dia memberikan apresiasi kepada para petani atas kerja kerasnya. Sebab, kata ia, petani merupakan ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan di Jabar. 


Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, kata Uu, terus berupaya mengembangkan sektor pertanian. Salah satunya dengan membuat aliran-aliran dari Waduk Jatigede ke sejumlah daerah untuk mengairi sawah. 


"Ini luar biasa. Artinya, dengan diurusnya irigasi, dengan diselesaikannya tatanan air, maka dapat meningkatkan produktivitas pertanian," ucapnya.


"Kehadiran saya di sini (Desa Guwa Lor) bukan yang terakhir, tapi akan ada tindak lanjut untuk merumuskan skala prioritas agar pertanian di wilayah ini meningkat," imbuhnya. 


Pihaknya terus berupaya mewujudkan Jabar Juara Pertanian atau menjadikan Jabar sebagai lumbung padi nasional. 


"Curah hujan Jabar besar, hamparan paling besar. Kendala ada di irigasi, maka irigasi akan jadi skala prioritas," katanya. 


Selain itu, dia menyatakan, Pemda Provinsi Jabar akan terus meningkatkan kesejahteraan petani. Kemudian, Pemda Provinsi Jabar bakal menggelar pelatihan kepada petani. Salah satunya agar petani dapat menjual hasil panennya sendiri. 


"Bertani harus sukses. Terpenuhi kebutuhan dengan layak. Bertanilah dengan cita-cita, harapan. Bertani juga harus dengan teori. Dan Dinas Pertanian akan memberikan ilmu terkini (soal bertani)," ucapnya. 


"Masa pandemi Covid-19 jangan jadi halangan untuk terus produktif, tapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat," tambahnya. (Fii)



Bagikan:

Komentar