Ini Kata Manager Comrel PT Pertamina RU VI Balongan Soal Asap Hitam Pekat inijabar.com
|
Menu Close Menu

Ini Kata Manager Comrel PT Pertamina RU VI Balongan Soal Asap Hitam Pekat

Kamis, 10 Desember 2020 | 23.02 WIB





Inijabar.com,Indramayu — Cerobong kilang milik PT Pertamina RU VI Balongan Indramayu mengeluarkan api besar, Kamis (10/12/2020) sore sekitar pukul 16.30 WIB.


Asap hitam menyelimuti pemukiman warga sekitar Desa Majakerta Kecamatan Balonga Kabupaten Indramayu.


Masyarakat sekitar yang merasa panik dan khawatir atas asap yang mengelilingi lingkungan melapokan ke pihak PT Pertamina RU VI Balongan.


Mereka menanyakan mengapa kepulan asap hitam pekat itu bisa terjadi.


Sebagian warga bahkan menyangka tengah terjadi kebakaran di PT Pertamina RU VI Balongan.


Kepala Desa Majakerta, Suradi mengatakan, warga merasa takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atas kemunculan yang tiba-tiba menimbulkan asap hitam pekat itu.


"Karena asap itu kan asap beracun, kalau warga menghirup asap tersebut takutnya terjadi sesuatu," ujarnya.


Pihak Desa pun meminta kepada PT Pertamina untuk menyiapkan ambulance dan masker sebagai bentuk antisipasi untuk warga.


Di tempat yang sama, Unit Manager Comrel and CSR PT Pertamina RU VI Balongan, Cecep Supriyatna memastikan, asap hitam pekat itu bukan karena kebakaran.


Ia menerangkan, asap itu terjadi karena adanya gangguan di boiler milik PT Pertamina RU VI Balongan.


"Ini asap jelaga biasa jadi dari boiler ada gangguan sedikit. Seperti kita star mobil lah, itu kan kalau mobil distar suka ada pembakaran," ujar dia.


Cecep Supriyatna juga memastikan, asap yang ditimbulkan itu tidak berbahaya. Hanya warnanya saja yang hitam pekat.


Kini, boiler itu tengah dalam tahap perbaikan. Jika sudah selesai, ia mengatakan, nyala api dari cerobong kilang akan segera normal dan asap hitam pekat pun segera hilang.


"Ini begitu boiler jalan, ya normal lagi gak ada masalah. Jangan kan besok, sekarang juga kalau selesai diperbaiki udah gak ada masalah," ucapnya.

Bagikan:

Komentar