DLHK Karawang Sebut Sungai Citarum Menghitam Karena Pengaruh 2 Musim inijabar.com
|
Menu Close Menu

DLHK Karawang Sebut Sungai Citarum Menghitam Karena Pengaruh 2 Musim

Jumat, 16 Juli 2021 | 15.39 WIB




inijabar.com, Karawang- Kabid Wasdal (Pengawas Dampak Lingkungan) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Karawang, Hj.Hetty Kurniawanti menyatakan, menghitamnya Sungai Citarum akhir - akhir ini, dipengaruhi oleh  dua musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. 


Kalau di musim penghujan mungkin Sungai Citarum akan terlihat lebih bersih karena tercampur dengan volume air hujan, tapi mengingat saat ini sudah masuk ke musim kemarau, kondisi air akan terlihat menghitam bahkan terdapat bau tidak sedap karena kurangnya debit air yang  mengalir di Sungai Citarum.


"Kalau di musim kemarau akan terlihat hitam dan beraroma bau, serta itu yang saya katakan akan adanya konflik juga pengaduan dengan terlihat menghitamnya Sungai Citarum yang disertai aroma bau tidak sedap,"ucapnya. Jumat (16/7/2021).


Ia sendiri mengaku sudah melakukan upayanya dari adanya pengaduan tersebut dengan melakukan patroli sungai, bahkan disaat PPKM seperti ini pihaknya juga telah memverifikasi langsung ke lapangan dengan melakukan pengecekan.


"Memang kalau kita lihat dari atas, air itu akan terlihat hitam, tapi waktu kita lihat langsung ke bawah saat memverifikasi dan mengambil sampel air,  terlihat normal kalau dilihat secara fisik,"ucapnya.


Ia katakan?, hal tersebut dipengaruhi oleh sedimentasi yang telah menumpuk di dasar sungai, dan ketika Ia langsung cek ke bawah memang benar sedimentasi di dasar Sungai Citarum sudah sangat tebal.


Dalam pengecekannya-pun dikatakannya bahwa Cod/Bod-nya sangat tinggi, NH3 tinggi , Fosfat juga tinggi dan Setelah Ia konsultasikan ke team ahli katanya itu kemungkinan disebabkan oleh deterjen, kalau NH3 bisa dipengaruhi oleh "Air Seni" masyarakat.


"Tapi saya belum tahu hasil spesifik kualitas hasilnya, karena saat ini sedang dalam pengecekan Tim ahli,"ungkapnya.


Ia mengartikan dengan adanya hal tersebut sangat dipengaruhi dari para pelaku industri limbah yang dihasilkan dari sampah Rumah Tangga (Domestik) yang  sangat mempengaruhi keadaan hingga kondisi seperti ini.


Sejauh yang Ia ketahui hingga saat ini sudah ada beberapa upaya dari pihak PJT dan BBWS untuk menormalisasi sungai, namun normalisasi tersebut bukan terfokus kepada pemusnahan sedimentasi yang sangat tebal di dasar sungai namun terkait dengan penanganan banjir.


"Bukan menormalkan sedimentasi yang sudah menebal di dasar sungai tersebut,"ucapnya.


Ia sampaikan juga, upaya dari pihak DLHK sendiri Saat Ini sudah melakukan pengecekan dengan patroli Sungai ke Outfall - Outfall perusahaan/pabrik (Belum) Rumah tangga, terkait dengan kuantitas dan kualitas air limbah yang dihasilkan perusahaan tersebut dan apabila ditemukan ada perusahaan yang melanggar aturan yang telah ditetapkan tentunya pihaknya akan memberikan sanksi yang sudah diberlakukan oleh pihak DLHK.


"Saya melihat dari Jenebin dan saya lihat dari situ sepertinya dari pembuangan limbah domestik terlihat sangat banyak busah dan cairan hitam yang keluar dari gorong - gorong,"ujarnya.


Dengan adanya kejadian ini, Ia pun berpesan bagi pihak perusahaan terkait air limbah yang Ia hasilkan agar selalu dikelola dengan betul - betul supaya air limbah yang dikeluarkannya tersebut sesuai dengan  baku mutu yang telah ditentukan, bagi limbah domestik Ia berharap dapat duduk bersama dengan OPD (Organisasi Pemerintahan Daerah) lain untuk mencari solusi bersama agar keluar dari permasalahan Ini.


"Terkait Kejadian kemarin saya juga perlu katakan bahwa telah kami temukan ada beberapa oknum perusahaan nakal yang membuang limbahnya ke Sungai dan sudah kami tindak dengan memberikan sanksi administratif serta kami terus memonitor perusahaan tersebut hingga Saat Ini,"tegasnya.(pik)



Bagikan:

Komentar