|
Menu Close Menu

Support UMKM, SellerUp Academy dan Perumkmindo Teken MoU

Jumat, 04 Februari 2022 | 15.33 WIB




inijabar.com, Jakarta- CEO SellerUp Academy Christina Yaori mengatakan Amazon sebagai platform marketplace e-commerce terbesar di dunia melaporkan perolehan penjualan pada Kuartal I-2021 mencapai USD108,5 miliar atau bertumbuh 44 persen (year-on-year) di masa pandemi Covid-19.


Bersama dengan Persatuan UMKM Indonesia (Perumkmindo) akan mendorong UMKM memasarkan produk melalui platform marketplace e-commerce, Amazon.


Sedangkan, laba bersih di periode yang sama meningkat 220 persen (y-o-y) menjadi USD8,1 miliar.


“SellerUp Academy melihat adanya peluang besar bagi UMKM di Indonesia untuk mampu melakukan ekspansi pasar ke marketplace luar negeri. Sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo agar UMKM bisa dibantu untuk dapat melakukan ekspor,” ucap Yaori


Dia mengatakan kerja sama dengan Perumkmindo sebagai upaya untuk menghimpun produk-produk UMKM agar bisa masuk ke pasar AS, Eropa, Australia, dan Timur Tengah. “Untuk masuk ke pasar AS yang ketat, kami juga akan mengurus perizinan dan registrasi produk UMKM Indonesia ke Food and Drug Administration (FDA),” imbuhnya.


Yaori menambahkan Lima Lumbung Sejahtera sebagai selling partner dari Amazon akan memberikan berbagai pelatihan dan pendampingan agar produk UMKM Indonesia bisa memenuhi kriteria sebagai produk impor. “Bahkan, kami juga akan melakukan pendampingan terkait aspek permodalan. Nantinya juga akan bisa dipasarkan melalui Walmart,” ungkapnya.


Sejauh ini, ujar Yaori, fakta menunjukkan UMKM Indonesia masih mengalami kesulitan untuk menembus pasar ekspor, terutama karena terkendala pemasaran, logistik dan pengetahuan mengenai ekspor.


Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kata dia, sebesar 86 persen pelaku ekspor adalah usaha besar. Sementara itu, kontribusi UMKM terhadap total ekspor hanya sebesar 14,37 persen.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perumkmindo Arifin Ibrahim berharap kerja sama dengan SellerUP Academy bisa menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi UMKM, terkait akses pemasaran


Selain itu, peningkatan kapasitas dan mutu produk, standarisasi dan sertifikasi, perizinan, perlindungan kekayaan intelektual serta penguatan jejaring dan teknologi. 


“Besar harapan kami kerja sama ini bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi bagi para pelaku UMKM di Indonesia yang terimbas kondisi pandemi. Dan, bisa membantu produk UMKM berkompetisi di pasar internasional sehingga dapat melahirkan UMKM Indonesia yang semakin besar, maju dan mandiri,” ujar Arifin.(*)

Bagikan:

Komentar