Institut STIAMI Gelar Dialog Interaktif UUCK nomer 11 tahun 2020 inijabar.com
|
Menu Close Menu

Institut STIAMI Gelar Dialog Interaktif UUCK nomer 11 tahun 2020

Senin, 27 Juni 2022 | 15.33 WIB





Inijabar.com, Kota Bekasi - Institut STIAMI Kampus B Cikarang, bersama dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) menggelar dialog interaktif dengan mengangkat tema akademisi menjemput praktisi tentang pemberlakuan Undang-undang Cipta Kerja (UUCK) nomer 11 tahun 2020 dulu, kini dan nanti.


Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng (Rektor Institut STIAMI), Dr. Ir. Yunus Triyonggo, M.M.,CAHRI (HR & GA Director PT. Bridgestone Tire Indonesia, Ketua Steering Committee GNIK Pusat), Dr. Woeryono, S.H.,MH.,MM (Lawyer & Konsultan Hubungan Industrial), Dr. Anwar Budiman, S.H (Lawyer, Dosen dan General Manager).


Kegiatan ini dihadiri peserta para Praktisi HR (human resources) dan general affair se- Jabodetabek. 


Salah satu pembicara yakni Yunus Triyonggo, dalam pemaparannya terkait pemberlakuan UUCK masa kini, bahwa apa yang tercantum sekarang adalah illustrasi pemikiran dulu. 


"Apa yang tercantum saat ini, merupakan ilustrasi dari pemikiran dulu," jelasnya.


Sementara itu, Anwar Budiman,  berbicara tentang masa Dulu. Ia menyampaikan, hukum itu mengikat kecuali jika dilakukan perubahan, sebaliknya sampai hukum itu ditetapkan maka perubahan akan selalu ada.


"Jadi, jangan gamang dengan pemberlakuan Undang-Undang Cipta Kerja," paparnya lebih lanjut.


Senda dikatakan, Woeryono yang membahas tentang pemberlakuan UUCK masa nanti. Menurut dia, nantinya Undang-undang Cipta kerja tak akan berlaku bagi pengusaha dan pekerja yang telah memiliki Perjanjian Kerja Besama (PKB) atau peraturan perusahaan (PP). 


"Artinya, UU Cipta Kerja tak akan berlaku bagi beberapa buruh yang sudah memiliki PKB sebelum UU Cipta Kerja resmi berlaku," ujarnya.


Disisi lain, Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, MM menyampaikan, Kuliah itu tidak hanya untuk mencari kepintaran, tapi kuliah adalah proses pendewasaan berpikir, yang paling tidak kita bisa tahu bertanyanya kepada siapa jika menemui masalah. 


Lanjut dia, lingkaran terluar dalam sebuah kepemimpinan adalah administrasi, lingkaran selanjutnya adalah manajemen dan lingkaran yang paling dalam adalah komunikasi. 


"Institut STIAMI menjadi pilihan yang tepat untuk melanjutkan kuliah ke jenjang selanjutnya. Dan Institut STIAMI membuka lebar ruang, mau kuliah, mau sharing maupun mengajar untuk para praktisi dalam upaya penciptaan sinergitas dan percepatan capaian link and match serta capaian kompetensi kerja di dunia akademisi, dunia industri, dunia usaha, dunia organisasi dan relasi," tuturnya.(giri)

Bagikan:

Komentar